Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Kesedihan petenis Belarus, Aryna Sabalenka pada tahun lalu, akhirnya terobati. Sabalenka sukses menjadi juara turnamen Grand Slam Amerika Serikat (AS) Terbuka 2024, setelah mengalahkan petenis tuan rumah, Jessica Pegula pada partai final di New York, kemarin.
Kemenangan ini menjadi pengobat bagi Sabalenka. Karena pada tahun lalu, ia gagal setelah dikalahkan petenis muda AS, Coco Gauff. Bahkan, Sabalenka yang kecewa membanting raketnya hingga patah. Satu tahun berlalu, kebahagiaan Sabalenka datang di AS Terbuka.
Berstatus unggulan kedua, Sabalenka menampilkan permainan yang sangat lengkap mengakhiri laga dengan drop shot mematikan yang tidak dapat dijangkau Pegula. Gelar AS Terbuka 2024 menjadi gelar tunggal Grand Slam ketiga bagi Sabalenka.
Di bawah atap Stadion Arthur Ashe yang tertutup karena hujan, Sabalenka berjuang selama 1 jam dan 53 menit. “AS terbuka merupakan tempat yang sangat istimewa di sini,” kata Sabalenka dalam konferensi pers.
Baca juga : Ratusan Ribuan Orang Demo Tolak PM Uzur
“Saya ingat semua kekalahan berat di masa lalu di sini dan kedengarannya mudah, tetapi jangan pernah menyerah pada impian Anda dan teruslah mencoba, teruslah bekerja keras,” tutur Sabalenka.
“Saya tidak bisa berkata-kata sekarang. Sering kali berpikir saya sudah sangat dekat untuk mendapatkan gelar US Open. Itu selalu menjadi impian saya dan akhirnya saya mendapatkan trofi yang indah ini.”
“Saya sangat bangga dengan diri saya sendiri. Saya juga sangat bangga dengan tim saya,” ujar petenis berusia 26 tahun itu.
Di set pertama, Sabalenka memimpin 3-0 sebelum Pegula tiba-tiba mengejar. Namun, Sabalenka berhasil meredamnya. Di set kedua, laga juga berlangsung ketat. Sabalenka unggul pada posisi 5-4 lalu menuntaskan laga kemenangan straight-set.
Baca juga : Pansel Pertimbangkan Hasil Sidang Etik Nurul Ghufron
Petenis berusia 26 tahun itu hanya kehilangan satu set dalam perjalanan menuju gelar tersebut ketika melawan unggulan ke-29 Ekaterina Alexandrova di babak ketiga. “Itulah mengapa ini sangat istimewa, karena apa pun yang terjadi, setiap kali saya bangkit dengan lebih kuat, dan saya belajar, saya tidak pernah menyerah pada impian ini, dan ya, Anda tahu, ini sangat berarti,” ucap Sabalenka.
Sementara itu, Jessica Pegula tiba di New York dengan gelar di Toronto dan posisi runner-up di bawah Sabalenka di Cincinnati. Ia telah memenangi 15 dari 16 pertandingan di lapangan keras musim panas Amerika Utara.
“Saya berharap ia setidaknya membiarkan saya menang satu set. Kami memiliki pertandingan yang sulit di Cincinnati beberapa minggu lalu, dan ia adalah salah satu yang terbaik di dunia,” kata Jessica Pegula.
“Ia sangat kuat dan tidak akan memberi Anda apa pun. Ia dapat merebut raket dari tangan Anda.”
Baca juga : Sherina Munaf, Liburan Tanpa Suami
Aryna Sabalenka mengucapkan terima kasih kepada penonton setelah secara tidak langsung menyindir atmosfer yang dihadapinya saat mengalahkan Emma Navarro kelahiran New York di semifinal.
“Sejujurnya, terima kasih. Saya mendengar banyak dukungan. Anda menyemangati saya pada saat-saat indah itu, tetapi tentu saja saya berharap Anda menyemangati Jessica. Saya tidak akan normal jika Anda menyemangati saya,” tutur Sabalenka.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Senin, 9 September 2024 dengan judul Tenis AS Terbuka 2024, Sabalenka Raih Grand Slam Ketiga
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya