Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kadin Daerah Tegaskan Tak Ada Dualisme, Minta Arsjad Rasjid Legowo
Selasa, 17 September 2024 20:29 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia hasil Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub), Anindya Bakrie, mengadakan rapat Ketua dan Tim Formatur sekaligus bersilaturahmi dengan para ketua umum Kadinda (Kadin Daerah), di Menara Kadin, Jakarta Selatan, Selasa (17/9/2024). Kadinda yang hadir antara lain Ketua Umum Kadin Aceh, Bangka Belitung, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Utara, dan Nusa Tenggara Barat.
Ketua Umum Kadin Aceh Muhammad Iqbal Piyeung, Ketua Umum Kadin Bangka Belitung Thomas Jusman, dan Ketua Umum Kadin Kalimantan Utara Kilit Laing menyampaikan dukungan penuh kepada Anindya. Ketiganya juga mengklarifikasi penggunaan foto mereka dalam salah satu unggahan media sosial Arsjad Rasjid yang mengklaim 21 Kadin Daerah menolak Munaslub.
“Bukan saatnya klaim mengklaim. Saya lihat itu foto (foto saya) yang lalu,” ucap Ketua Umum Kadin Bangka Belitung Thomas Jusman.
Baca juga : 21 Kadin Daerah Ngaku Setia Dukung Arsjad Rasjid
Dia menegaskan, hal ini bukan masalah Arsjad Rasjid atau Anindya Bakrie, tetapi tentang lembaga Kadin. Dia pun mengajak semua Kadin Daerah dan Anggota Luar Biasa (ALB) bersatu dan mengawal program bersama-sama membangun negara untuk mendukung pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, ke depan.
Dia menerangkan, Munaslub pada Sabtu (14/9/2024), diselenggarakan karena para Kadinda meminta pertanggung jawaban kepada Arsjad terkait hubungan baik dengan pemerintah, terutama pemerintahan baru. Namun, pihak Arsjad tak memenuhi undangan itu. Sementara, para Kadinda merasa tidak ada kejelasan antara masa depan Kadin Indonesia dan pemerintah.
Ketua Umum Kadin Aceh Muhammad Iqbal Piyeung menyatakan, Munaslub digelar sesuai prosedur. Pihaknya selaku Steering Committee Munaslub juga mengundang Arsjad untuk datang ke Munaslub. Juga mengundang untuk turut terlibat dalam agenda-agenda sebelum Munaslub seperti Konvensi dan prosesi lainnya menjelang Munaslub. Namun, Arsjad tidak datang.
Baca juga : Tolak Munaslub, 21 Kadin Daerah Tegaskan Dukung Arsjad Rasjid
“Kadin ini milik bersama. Ini (hasil Munaslub) bukan dualisme, karena semua sudah diatur dalam AD/ ART. Harapan kami, agar Pak Arsjad Rasjid legowo, ya sudah selesai,” ucapnya.
Ketiga Kadinda mengimbau untuk seluruh Kadin Daerah bersatu dan legowo terhadap keputusan Munaslub yang diselenggarakan atas usulan sejumlah pengurus Kadin Daerah dan ALB. Munaslub tersebut dihadiri 28 Kadin Provinsi dari total 34, dan 25 asosiasi.
Iqbal Piyeung mengatakan, Munaslub tersebut bukan kudeta. Kata dia, Kadin adalah organisasi, bukan pemerintahan, jati tidak ada istilah kudeta.
Baca juga : Kadin Daerah dan Anggota Luas Biasa Desak Digelar Munaslub Segera
Dia pun mengimbau pihak Arsjad, jika tidak terima hasil Munaslub, untuk melakukan jalur hukum. “Kalau merasa memang (hasil Munaslub) tidak sah, silakan menempuh jalur hukum,” ucapnya.
Ketua Umum Kadin Kalimantan Utara Kilit Laing menambahkan, Anindya telah membuktikan sepak terjangnya di Kadin selama 25 tahun dan memulai dari bawah. Anindya telah membuktikan loyalitas dan kepemimpinannya di Kadin dan juga banyak dikenal dan dekat dengan Kadinda.
Oleh sebab itu, kata dia, wajar jika mayoritas Kadinda meminta Anin untuk menjadi pemimpin organisasi. “(Arsjad) legowo saja. Setiap orang punya waktunya. Kadin milik bersama, tidak hanya sebagian kelompok orang. Kita ikut saja keputusan mayoritas,” ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya