Dark/Light Mode

Kerek Pendapatan Daerah

Jakarta Pacu Digitalisasi Administrasi Perpajakan

Selasa, 6 Agustus 2024 06:50 WIB
Kepala Biro Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Dae­rah (Setda) DKI Jakarta, Mo­chamad Abbas. (Foto: Fakhri/Suara.com)
Kepala Biro Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Dae­rah (Setda) DKI Jakarta, Mo­chamad Abbas. (Foto: Fakhri/Suara.com)

RM.id  Rakyat Merdeka - Untuk mewujudkan Jakarta menjadi kota global membutuhkan anggaran besar dan berkelanjutan. Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah menggenjot digitalisasi administrasi perpajakan dengan harapan bisa mengerek Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Biro Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Dae­rah (Setda) DKI Jakarta, Mo­chamad Abbas mengatakan, meski Jakarta telah menunjuk­kan kemajuan yang signifikan. Namun perbaikan di berbagai aspek harus terus dilakukan untuk mencapai peringkat yang lebih tinggi.

“Termasuk perbaikan administrasi perpajakan daerah,” kata Abbas dalam kegiatan disemi­nasi hasil kajian dengan tema, Gap Analysis Implementasi Digitalisasi Administrasi Per­pajakan Daerah: Perbandingan antara Jakarta dan Kota-kota Global, Jumat (2/8/2024).

Baca juga : Sulit Bangun Koalisi di Sejumlah Daerah, Tanduk Banteng Sedang Tumpul

Abbas bilang, administrasi perpajakan yang efektif dan efisien sangat penting untuk meningkatkan penerimaan pa­jak daerah. Menurutnya, kesinambungan fiskal sebuah kota sangat mendukung pembiayaan kebutuhan pembangunan. Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan pengembangan administrasi perpajakan daerah melalui digitalisasi yang di­harapkan dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan pajak.

Untuk mengakselerasi daya saing Jakarta dalam kancah global, lanjutnya, diperlukan beragam upaya strategis. Biro Perekonomian dan Keuangan melaksanakan kegiatan pendampingan perumusan kebijakan keuangan terkait digitalisasi administrasi perpajakan daerah sebagai langkah awal dalam pengumpulan bahan perumusan kebijakan.

“Menggandeng DDTC Fis­cal Research & Advisory un­tuk menghimpun best practice digitalisasi perpajakan pada kota global. Setelah itu, model itu dibandingkan dengan digitalisasi perpajakan daerah. Kemudian (yang terbaik) diimplementasikan di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” bebernya.

Baca juga : Di Banten, Golkar Cari Strategi Yang Pas

Langkah ini, dijelaskan Ab­bas, upaya Jakarta menjadi kota global yang kompetitif pasca pemindahan Ibu Kota Negara (IKN). Diungkap Ab­bas, berdasarkan Global Cities Index (GCI), Jakarta menempati peringkat ke-74 dari 156 kota. Indeks GCI disusun melalui lima aspek penilaian. Yaitu, ekonomi, sumber daya manusia, kualitas hidup, lingkungan dan pemerintahan.

Sementara itu, Jakarta berada di posisi ke-45 dari 48 kota menurut Global Power City Index (GPCI), masih jauh be­rada di bawah London (Inggris), New York (Amerika Serikat), Tokyo (Jepang), Paris (Prancis) dan Singapura yang menempati peringkat lima teratas.

Abbas mengapresiasi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta yang memberikan data-data yang diperlukan dalam proses penyusunan kajian ini. Dukungan ini sangat berharga dalam upaya bersama mewu­judkan sistem administrasi per­pajakan yang lebih modern dan efisien.

Baca juga : Medali Pertama Indonesia di Olimpiade Paris, Gregoria Sumbang Perunggu

Bapenda DKI Jakarta mencatat realisasi penerimaan DKI Jakarta pada semester pertama 2024, Januari hingga akhir Juni sebesar Rp 19,10 triliun. Jumlah tersebut setara dengan 34,89 persen dari target penerimaan DKI Jakarta 2024 sebesar Rp 54,75 triliun.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.