Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kopi, Cokelat, dan Teh Artisan Jadi Peluang Bisnis Besar bagi Kaum Milenial
Sabtu, 21 September 2024 21:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementan), Direktorat Jenderal Perkebunan, didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), terus berupaya mendukung UMKM di subsektor perkebunan. Salah satunya dengan menggelar talkshow terkait Peluang Bisnis Kopi, Cokelat, dan Teh untuk Kaum Milenial Indonesia. di Perkebunan Indonesia Expo (Bunex), di ICE BSD, Tangerang, Kamis (12/9/2024).
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjelaskan, UMKM harus naik kelas dan memiliki strategi cerdas agar bisa tumbuh pesat menembus pasar yang lebih luas. Sejalan dengan itu, Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Perkebunan Heru Tri Widarto mengatakan, bisnis di sektor perkebunan itu memiliki potensi besar dan menjanjikan. Hal ini bisa menjadi sorotan menarik bagi generasi muda.
“Kawasan perkebunan, apabila dikelola secara kreatif dan inovatif, bisa menjadi peluang bisnis dan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Termasuk generasi muda untuk melihat langsung proses komoditas perkebunan seperti kopi, kakao, teh, kelapa maupun aren,” kata Heru, dalam keterangan yang diterima redaksi, Sabtu (21/9/2024).
Baca juga : Straits Times Sebut Prabowo Siap Bawa Indonesia Jadi Pemain Besar Dunia
Pada talkshow, Plt Direktur Perbenihan Perkebunan Dhani Gartina mengapresiasi para pelaku usaha perkebunan yang telah sukses dalam mengembangkan usaha komoditas perkebunan. "Saya berharap talkshow kali ini menjadi inspirasi bagi kaum milenial untuk mengembangkan bisnis khususnya pada komoditas perkebunan. Selain itu, kami, Direktorat Jenderal Perkebunan terus berkomitmen untuk menghasilkan produk perkebunan yang berkualitas tinggi," jelas Dhani.
Talkshow kali ini juga menghadirkan narasumber yang memiliki bisnis dari komoditas unggulan perkebunan, salah satunya Yudi Bastian. Business Development Manager Espresso Embassy Coffee Roasters ini menyampaikan, saat ini peluang bisnis coffee shop sangat besar, dengan memanfaatkan pasar online dapat memberikan peluang besar dan mempermudah kegiatan promosi ke berbagai kalangan.
Yudi menambahkan, saat ini, Gen Z banyak mengeksplor tentang kopi. Mulai dari rasa kopi maupun jenis kopi, mengingat minum kopi di coffee shop menjadi sebuah tren saat ini. Melalui artisan, dapat terus mengembangkan cita rasa kopi untuk dapat mempertahankan eksistensi kopi saat ini.
Baca juga : Bukan Gelar Dan Harta, Ini Lho Yang Paling Dicari Gen Z Dalam Memilih Cakada
Selanjutnya, Co-Founder Cokelatin Indonesia Nugroho Surosoputro menjelaskan, Indonesia pernah menjadi penghasil biji kakao terbesar ketiga di dunia, namun tidak dikenal sebagai penghasil produk kakao. Hal tersebut menjadi motivasi untuk mengembangkan cokelat mulai dari hulu hingga hilir. Saat ini pemasaran cokelat sangat mudah, dapat dilakukan dengan memasarkan di berbagai platform media pemasaran, baik online maupun pemasaran secara tradisional.
Saat ini, tingkat konsumsi cokelat negara maju cenderung meningkat. Hal tersebut mendorong Nugroho untuk mulai merambah ke pasar internasional dengan memasarkan brand lokal.
Pada kesempatan yang sama, Direktur PT Arafa Arinaya Asia Ifah Syarifah, mengatakan, seorang pembisnis harus memiliki mental yang kuat dalam menghadapi segala situasi yang terjadi dalam dunia bisnis. Selain itu, juga harus mampu memberikan waktu yang cukup dalam pengembangan dan pengolahan produk yang digeluti.
Baca juga : Selangkah Lagi FEB UI Masuk 1 Persen Kampus Bisnis Terbaik Dunia
Lebih lanjut, pemilik Sila Teahouse, Redha Taufik Ardias, mengungkapkan bahwa saat ini industri perkebunan teh harus bersinergi dengan industri pariwisata agar selaras. Ia mengatakan, mengembangan suatu bisnis harus terus ditingkatkan terutama dalam pengolahan produk teh, agar nilai jual teh dapat terus meningkat.
Di tempat terpisah, Plt Dirjen Perkebunan mengatakan, bisnis kopi, teh, dan cokelat untuk UMKM di Indonesia memiliki potensi besar, terutama dengan meningkatnya minat konsumen terhadap produk artisan, premium, dan lokal.
“Dengan meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk lokal, kualitas, dan keberlanjutan, UMKM komoditas perkebunan memiliki banyak peluang untuk berkembang pesat, fokus pada kualitas produk, branding yang kuat, dan inovasi dalam model bisnis menjadi kunci keberhasilan,” tutup Heru.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya