Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Demi Keselamatan, KAI Larang Warga Beraktivitas di Jalur Rel
Senin, 23 September 2024 09:57 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Kereta Api Indonesia (KAI) secara tegas melarang masyarakat beraktivitas di jalur kereta api (KA), kecuali untuk kepentingan operasional.
Larangan ini diambil sebagai respon terhadap insiden yang mengakibatkan empat anak meninggal dunia setelah tertemper KA saat bermain di Km 88+700 Jalur Hulu, Petak Jalan antara Stasiun Cikampek-Stasiun Tanjung Rasa, Karawang, Jawa Barat, pada Minggu (22/9).
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba menyatakan, aktivitas di sepanjang jalur KA, seperti bermain, berolahraga dan kegiatan lainnya sangat membahayakan keselamatan masyarakat. Selain itu, hal tersebut dapat dikenai sanksi hukum karena telah melanggar ketentuan dalam undang-undang yang berlaku.
Baca juga : Ditahan Imbang Si Ular Besar, Haaland Mati Kutu Di Etihad
"Kami ingatkan masyarakat yang berada di jalur KA. Hal ini karena KA tidak dapat berhenti mendadak. Kecepatan kereta yang tinggi dan panjangnya jarak yang dibutuhkan untuk melakukan pengereman, membuat setiap aktivitas di jalur rel sangat berisiko," kata Anne dalam keterangan resminya, Senin (23/9).
Anne mengungkapkan, larangan beraktivitas di sepanjang jalur KA telah diatur dalam Undang Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 199 menyatakan, bahwa masyarakat yang mengganggu aktivitas di jalur kereta dapat dikenakan pidana penjara paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp15 juta.
Sanksi dijatuhkan bagi siapa saja yang berada di ruang manfaat jalan kereta, menyeret barang di atas atau melintasi jalur KA tanpa hak serta menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain yang dapat mengganggu perjalanan kereta.
Baca juga : Kaesang Datangi KPK, Jokowi: Semua Warga Negara Sama Di Mata Hukum
"KAI turut prihatin atas kejadian nahas yang menimpa korban. Kami harap kejadian serupa tidak terulang kembali. KAI melarang keras masyarakat untuk beraktivitas di sekitar jalur kereta api karena bisa mengganggu operasional kereta dan membahayakan keselamatan," ujarnya.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko mengatakan, 4 anak tertemper KA Fajar Utama Solo dengan rute Pasar Senen-Solo.
"Masinis telah membunyikan klakson berkali-kali untuk memperingatkan warga yang berada di rel, peringatan tersebut tidak dihiraukan," kata Ixfan.
Baca juga : Demi Bunga Pengantin, Tiga Wanita Adu Jotos
Imbas dari kejadian tersebut, kata Ixfan, kereta sempat mengalami keterlambatan selama 14 menit.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya