Dark/Light Mode

Perusahaan Kapal Jerman Cari Mitra di Indonesia, Bamsoet Beri Dukungan

Jumat, 27 September 2024 16:35 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (kanan) menerima perwakilan NVL Group, di Jakarta, Jumat (27/9/2024). (Foto: Dok. MPR)
Ketua MPR Bambang Soesatyo (kanan) menerima perwakilan NVL Group, di Jakarta, Jumat (27/9/2024). (Foto: Dok. MPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Naval Vessels Lürssen (NVL) Group, pembuatan kapal asal Jerman, akan mengembangkan sayapnya dengan mencari mitra lokal di Indonesia. NVL Group, yang sebelumnya bernama Lürssen Defence, berdiri sejak 1870. Rencana ini didukung Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet).

Bamsoet menerangkan, NVL Group memproduksi serta memperbaiki semua kelas kapal angkatan laut dan kapal penjaga pantai. Sejak akhir 1870, NVL Group telah memproduksi lebih dari 1.000 kapal angkatan laut dan kapal penjaga pantai di galangan kapal milik NVL Group di Jerman Utara.

Baca juga : Kemah Indonesia Suarakan Komitmen Terhadap Keberlanjutan Lingkungan

“NVL Group juga telah membangun dan memperbaiki kapal laut untuk armada di lebih dari 50 negara, termasuk untuk Angkatan Laut Jerman," ujar Bamsoet, usai menerima perwakilan NVL Group, di Jakarta, Jumat (27/9/2024). Hadir antara lain Director of Sales NVL group Germany Peter Kneipp, Managing Director NVL Group Singapore Lo Haik Kian, Presdir Borimex Group Ari Sumarto Taslim, Director Operational Borimex Group Andri Noviar, Director of Finance Borimex Group Adhiarto, serta Advisor Borimex Group Djenny Sjamsoedin.

Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, NVL Group memiliki empat galangan kapal di Jerman Utara untuk membuat serta memperbaiki kapal laut berukuran 20 meter hingga 200 meter. NVL Group juga menyiapkan pasokan suku cadang serta memberikan pelatihan yang efektif sebagai bagian dari transfer teknologi.

Baca juga : UNPERBA Luluskan 110 Sarjana di Wisuda 2024, Bamsoet Bangga

Pada tahun 1985, ketika NVL Group masih bernama Lürssen Defence, PT PAL Indonesia pernah bekerja sama dengan Lürssen untuk mempelajari cara mendesain serta membuat kapal patroli cepat berukuran 57 meter (FPB-57). “PT PAL Indonesia mengirimkan karyawannya ke Jerman untuk mendapat pelatihan di bidang desain, manajemen proyek dan produksi," terang Bamsoet. 

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menambahkan, hasil kerja sama dengan Lurseen, PT PAL Indonesia berhasil membuat 12 kapal patroli cepat FPB-57. Kapal FPB-57 kemudian menjadi salah satu produk militer unggulan PT PAL hingga saat ini.

Baca juga : LAN Dorong Percepatan Pembangunan Indonesia Timur

Sukses memproduksi FPB-57, PT PAL melakukan pengembangan membuat kapal patroli cepat berukuran 60 meter (KCR-60). Pada tahun 2010 PT PAL menawarkan KCR-60 kepada Kementerian Pertahanan.

“Di tahun 2011, Kementerian Pertahanan memesan tiga kapal KCR-60, sejalan dengan kebijakan Pemerintah untuk memproduksi peralatan militer buatan Indonesia," pungkas Bamsoet.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.