Dark/Light Mode

Sarasehan Kadin dan Kemenperin

Anindya Bakrie: Kontribusi Sektor Industri Capai 73 Persen dari Nilai Ekspor

Selasa, 1 Oktober 2024 19:40 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kiri) dan Ketua Umum Kadin Indonesia versi Munaslub Anindya Bakrie. (Foto: Istimewa)
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kiri) dan Ketua Umum Kadin Indonesia versi Munaslub Anindya Bakrie. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia versi Musyawarah Luar Biasa (Munaslub) Anindya Bakrie menyatakan, kontribusi sektor industri di bawah Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencapai 73 persen dari total nilai ekspor nasional. Bukan hanya itu, sektor industri juga berkontribusi sebesar 25 persen dari total penerimaan negara.

Untuk itu, sebagai mitra strategis Pemerintah, sangat relevan dan penting bagi Kadin Indonesia mengundang Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita beserta jajarannya dalam acara “Sarasehan Bersama Menteri Perindustrian” dengan tema “Sinergi Pembangunan Industri 2025-2029 Kemenperin– Kadin Indonesia”, di Menara Kadin Indonesia, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (30/9/2024).

“Bobot Kemenperin tidak main-main, kontribusi dari industri 73 persen dari ekspor, 25 persen dari penerimaan negara. Hampir 20 persen dari PDB (Produk Domestik Bruto) serta (menyerap) 19 juta lapangan pekerjaan. Jadi relevan dan berpengaruh kedatangan Pak Menteri,” terang Anin.

Dia menegaskan, Kadin akan terus mendukung target pertumbuhan ekonomi menuju 8 persen yang dicanangkan pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka ke depan. Untuk itu, Anin menilai, penguatan daya beli masyarakat dan belanja modal Pemerintah menjadi sangat penting, selain faktor investasi sebagai “motor” terutama yang berbasis ekspor.

Baca juga : Gebyar Pasar Kadin di Bekasi, Anindya Bakrie Dicium Emak-emak

Sementara itu, di dalam paparannya, Agus Gumiwang menjelaskan empat arah transformasi sektor industri yang menjadi kunci dalam transformasi ekonomi nasional selama lima tahun ke depan menuju visi Indonesia Emas 2045. Keempat arah transformasi sektor industri yang dimaksud adalah transformasi digital menuju industri 4.0, transformasi industri hijau menuju ekonomi berkelanjutan (ekonomi hijau), transformasi penguatan nilai tambah dan hilirisasi, dan transformasi menuju produk halal.

Untuk transformasi digital, Kemenperin telah membangun fasilitas yaitu PIDI4.0 yang dilengkapi empat satellite capability center serta tiga learning factories yang dapat membantu melakukan lompatan transformasi dalam proses bisnisnya.

“Kami sangat terbuka dan akan senang sekali apabila Kadin dapat ikut bekerja sama dengan Kemenperin dalam memanfaatkan fasilitas PIDI4.0 untuk mendorong transformasi digital ini secara optimal,” ujar Agus Gumiwang.

Transformasi industri hijau menjadi prioritas utama dalam strategi pengembangan industri, penerapannya mencakup efisiensi dalam sumber daya, pengurangan emisi serta adopsi teknologi ramah lingkungan. Tujuannya, untuk mewujudkan industri yang lebih berkelanjutan sekaligus mendukung target net zero emission 2050 untuk industri, sepuluh tahun lebih cepat dibanding target nasional.

Baca juga : Jadi Ketua Kadin, Anindya Bakrie Ingin Pengusaha Indonesia Naik Kelas

Mengenai transformasi nilai tambah dan hilirisasi, ini menjadi strategi terpenting karena secara eksplisit dimuat dalam Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Prabowo-Gibran. Tujuannya untuk menggandakan nilai tambah yang berasal dari sumber daya alam, memberikan multiply effect baik untuk peningkatan investasi, perluasan ekspor dan penambahan penyerapan tenaga kerja.

Terakhir, transformasi menuju produk halal. Menurut data Global Islamic Economy Indicator dalam State of the Global Islamic Economy Report (SGIER) 2023/24 yang dirilis Dinar Standard pada April 2024, jumlah konsumsi produk dan jasa halal di dunia tahun 2022 diperkirakan mencapai 2,29 triliun dolar AS.

Kemudian, jumlah konsumsi produk halal global tahun 2024 diperkirakan akan mencapai 2,4 triliun dollar AS. Artinya, potensi yang luar biasa di Indonesia. “Tentu pemerintah Indonesia bersama Kadin wajib ikut mempersiapkan ekosistem industri halal yang potensinya sangat besar ini,” kata Agus Gumiwang.

Di dalam sarasehan tersebut, sebagai langkah awal, Agus meminta Kadin untuk berperan serta membantu pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian.

Baca juga : HUT Ke-19, Pertamina EP Kontribusi Industri Hulu Migas Jaga Ketahanan Energi Nasional

Ada beberapa hal yang menjadi perhatian Kemenperin dari Kadin. Yaitu berkaitan dengan Undang Undang (UU) Nomor 3 tahun 2014 tentang Perindustrian. Kata Agus, sudah waktunya UU ini dievaluasi, karena sudah 10 tahun dan sudah banyak dinamika dan tantangan khususnya teknologi.

“Kami juga mengajak Kadin bersama-sama dengan Pemerintah merumuskan roadmap (perindustrian) menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Agus Gumiwang.

Sedangkan Anin menegaskan, tulang punggung Kadin ada dua: Kadin daerah yaitu Kadin Provinsi dan Kadin Kota/Kabupaten, dan Anggota Luar Biasa (ALB) yaitu seluruh asosiasi dan himpunan di Indonesia di bidang ekonomi. “Semua adalah anggota Kadin. Kami siap menjadi mitra strategis Pemerintah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 tahun 1987,” tegas Anin.

Acara sarasehan ini dihadiri tim formatur Kadin Indonesia 2024-2029, para ketua umum maupun pengurus Kadin Provinsi, para asosiasi atau ALB Kadin Indonesia, mantan ketua umum dan mantan pengurus Kadin Indonesia, serta para pengusaha nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.