Dark/Light Mode

BSI Siapkan 4 Jurus Jitu Pertahankan Kinerja Positif

Selasa, 8 Oktober 2024 18:29 WIB
Bank Syariah Indonesia menyiapkan empat strategi untuk mewujudkan kinerja positif. (Foto: Dok. BSI)
Bank Syariah Indonesia menyiapkan empat strategi untuk mewujudkan kinerja positif. (Foto: Dok. BSI)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI optimistis mampu mempertahankan kinerja positif sejak awal berdiri pada Februari 2021.

Ada empat strategi yang akan dilakukan oleh BSI untuk mewujudkan hal tersebut ke depannya.

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna menyebut, hal pertama, BSI harus bisa memperluas cakupan pasar yang ada.

Menurut Anton, salah satu upaya yang dilakukan BSI dengan cara menargetkan generasi muda dan orang-orang yang conformist.

“Selama ini BSI berkembang dari market yang pindah ke syariah. Kami ingin kembangkan yang sudah syariah sedari awal untuk bisa masuk juga,” ucapnya di Jakarta, Selasa (8/10/2024).

Baca juga : Bawaslu Subang Ingatkan Seluruh Paslon Hindari Politik Uang

Termasuk melakukan pendekatan yang juga akan diperkuat, baik pendekatan secara offline dan onlineo.

Strategi kedua, sambung Anton, memperdalam market syariah dengan memperkuat model investasi baru seperti emas.

Anton mengatakan, BSI mendapatkan berkah karena menjadi salah satu perusahaan yang diberikan izin oleh pemerintah untuk berjualan emas dan menjadikan emas sebagai salah satu investasi.

Strategi ketiga, dengan memperkuat transactional base yang fokus pada transaksi harian nasabah melalui e-channel BSI seperti BSI Mobile dan ATM.

“Saat ini BSI fokus untuk meningkatkan jumlah merchant QRIS (Quick Response Indonesian Standard) dan EDC (Electronic Data Capture) BSI, agar lebih mudah diakses oleh masyarakat,” katanya.

Baca juga : BRI Liga 1, Bule Bertahan Di Persib Hingga 2026

Per Agustus 2024, jumlah merchant QRIS BSI mencapai 392 ribu merchant dan EDC baru 3.305 merchant.

Menurut Anton, saat ini market terbesar BSI masih ada pada sektor payroll base dengan jumlah hingga 2 juta nasabah.

“Sekarang kami coba dorong ke transactional. Supaya nantinya transaksi akan full di BSI. Contoh pengusaha jilbab mugkin nasabah BSI tapi tools pembayarannya belum menggunakan BSI,” jelasnya.

Saat ini, sektor retail masih dominan customer yang payroll. Itu pun terlihat ketika weekend DPK BSI mengalami penurunan.

Namun di hari Senin, DPK BSI kembali naik, karena adanya setoran dari nasabah.

Baca juga : Dewan Baru, Tunjukkan Kinerja Anda

Strategi keempat, ucap Anton, adalah penguatan dari sisi digital, yang mana ini akan membuka pintu peluang bagi BSI untuk bisa melayani nasabah selama 24 jam, bordless.

Setidaknya, terdapat 97,9 persen nasabah sudah menggunakan e-channel BSI sebagai sarana mereka bertransaksi.

Anton menekankan, BSI terus berupaya meningkatkan layanan digital melalui channel mobile banking yang bisa diandalkan dan mampu menjawab setiap kebutuhan nasabah ke depannya.

“Dari sisi digital, ini sedang disiapkan oleh BSI baik dari sisi penguatan IT, penguatan personel IT, dan akan ada yang baru untuk jadi game charger selanjutnya dari BSI,” pungkas Anton.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.