Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Ini 4 Tips Agar Sawit Kita Kuasai Pasar Dunia
JK: Kuncinya Di Hilirisasi (Tanam, Petik, Olah, Jual)
Jumat, 11 Oktober 2024 07:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia merupakan negara produsen sawit terbesar di dunia. Sayangnya, sampai saat ini harga sawit masih ditentukan oleh bursa luar negeri.
Hal itu menjadi salah satu bahasan dalam diskusi saat peluncuran buku “Hilirisasi Sawit, Cegah Middle Income Trap” yang ditulis Menteri Perindustrian (Menperin) periode 2014-2016 Saleh Husin di Gedung PIDI 4.0, Jakarta, Rabu (9/10/2024).
Turut hadir dalam peluncuran buku tersebut, Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK), Menperin agus Gumiwang Kartasasmita dan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.
Dalam sambutannya, JK meng ungkapkan, sebagai negara produsen sawit terbesar di dunia, Indonesia memiliki peluang besar menghadapi persaingan di pasar internasional.
Menurut JK, untuk memenangkan persaingan di industri sawit, salah satunya melalui hilirisasi. Indonesia harus mampu meningkatkan nilai tambah dari produk industri sawit dalam negeri.
Baca juga : BTN Dan Semen Indonesia Sinergi Garap Green House Sukses
“Ada empat langkah yang bisa mendorong industri sawit dalam negeri berjaya di tingkat global dan meningkatkan penerimaan negara, yaitu tanam, petik, olah dan jual,” kata JK.
Empat langkah itu harus berjalan beriringan, jangan tiga poin saja, tanam petik lalu jual. Sebab, jika hilirisasi ini berjalan baik, industri sawit akan semakin kencang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. “Sudah pasti akan menguasai pasar dunia,” yakin JK.
JK mengatakan, industri sawit memiliki kelebihan yang spesial dibanding industri-industri lain yang dimiliki Indonesia, seperti tekstil, manufaktur hingga otomotif.
Selain itu, tanaman sawit tidak bisa tumbuh di kondisi tertentu, sehingga hanya beberapa negara di dunia yang mendapat berkah bisa membudidayakan tanaman sawit.
“Kita sangat beruntung sawit tidak bisa tumbuh di China. Kalau bisa tumbuh di sana, habis juga kita akibat persaingan industri,” tambah JK.
Baca juga : Bosnia-Herzegovina Vs Jerman, Tekad Tim Panzer Di Kursi Puncak Timnas
Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, saat ini Pemerintah terus melakukan hilirisasi di industri sawit untuk meningkatkan nilai tambah.
Menurutnya, dalam tataran praktis, hilirisasi industri kelapa sawit diupayakan untuk menghasilkan produk turunan berupa pangan (oleofood), nonpangan (oleochemical), bahan bakar terbarukan (biofuel) hingga material baru ramah lingkungan (biomaterial).
Sedangkan pengembangan produk hilir minyak sawit diarahkan ke produk yang memiliki produk unggulan. Seperti deterjen cair, kosmetik, cat, serta farmasi yang mampu menghasilkan nilai tambah hingga 580 persen.
Adapun untuk produk hilir berupa biomass yang diarahkan pengembangannya ke produk seperti Dimethyl Eter (DME) yang dapat digunakan sebagai alternatif pengganti Liquified Petroleum Gas (lPG). Selain itu juga produk seperti kapasitor, biokatalis, serta ethanol G-2.
Menurut agus, saat ini produk turunan yang dihasilkan oleh industri kelapa sawit dalam negeri telah meningkat dari awalnya 48 jenis tahun 2011 menjadi lebih dari 193 jenis tahun 2023.
Baca juga : Hubungan RI-Kenya Kian Lengket Di Usia 45 Tahun
Selain itu, data tahun 2023 menyebutkan bahwa nilai ekspor kelapa sawit dan turunannya mencapai 28,45 miliar dolar AS (sekitar Rp 450 triliun) atau 11,6 persen dari total ekspor nonmigas.
Sektor ini juga menyerap 16,2 juta tenaga kerja langsung serta tidak langsung. Termasuk melibatkan pelaku usaha perkebunan rakyat sebagai center point kebijakan nasional. NOV
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Jumat, 11 Oktober 2024 dengan judul "Ini 4 Tips Agar Sawit Kita Kuasai Pasar Dunia, JK: Kuncinya Di Hilirisasi (Tanam, Petik, Olah, Jual)"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya