Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Indef Bilang Makan Bergizi Gratis Bisa Tingkatkan Perekonomian
Jumat, 18 Oktober 2024 10:41 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Direktur Eksekutif Institut for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Hastuti mengungkapkan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusulkan pemerintah tidak hanya memiliki dampak positif bagi kesehatan dan pendidikan, tetapi juga memberikan multiplier effect yang signifikan terhadap perekonomian.
“Program ini diharapkan dapat menjadi asupan bergizi bagi siswa sehingga meningkatkan kecerdasan dan prestasi mereka. Selain itu, program ini diharapkan bisa mendorong mobilitas sosial melalui peningkatan kualitas pendidikan,” ujar Esther pada diskusi “Makan Bergizi Gratis via UMKM: Apa SajaPembelajaran ke Depan?" di Jakarta, Kamis (17/10/2024).
Menurut Esther, dampak program MBG tidak hanya terbatas pada pendidikan, tetapi juga akan dirasakan oleh UMKM dan sektor terkait. Pelaksanaan program ini akan menciptakan peluang ekonomi baru bagi UMKM lokal, mitra makanan dan minuman, serta lapangan kerja di sekitar wilayah pelaksanaan.
Baca juga : Prof. Didik Dorong Program Makan Bergizi Gratis Libatkan UMKM
“Program ini juga dapat memicu kebiasaan masyarakat untuk memilih pangan lokal yang lebih sehat,” tambahnya.
Program MBG menargetkan sekitar 80 juta orang, termasuk 44 juta anak usia sekolah, 4 juta santri, 30 juta balita, dan 4 juta ibu hamil, dengan total anggaran sebesar Rp71 triliun. Penerima manfaat utama program ini adalah peserta didik PAUD, SD, dan SMP, terutama di daerah yang memiliki tingkat stunting tinggi. MBG dirancang agar UMKM lokal menjadi penyedia makanan, baik melalui dapur umum maupun skema lainnya.
Pemerintah sendiri telah melakukan uji coba program MBG sejak Mei 2024 dengan berbagai mekanisme, salah satunya melibatkan kolaborasi UMKM dan layanan transportasi daring.
Baca juga : Kemendes: Desa Ujung Tombak Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis
Dalam studi INDEF, analisis dilakukan untuk menghitung dampak perekonomian dari program ini, termasuk penciptaan lapangan kerja dan dampaknya terhadap UMKM. Hasilnya menunjukkan bahwa MBG memiliki multiplier effect yang signifikan. “Sebagai contoh, setiap Rp 1 triliun yang diinvestasikan dalam pendidikan dapat mendorong PDB sebesar Rp 63,25 triliun,” jelas Esther.
Lebih lanjut, Esther menjelaskan pada tahun 2025, dengan anggaran MBG sebesar Rp 71 triliun, program ini diharapkan mendorong PDB hingga Rp 4,510 triliun atau 34,2 persen dari total PDB. “Pada 2029, dengan target 82,9 juta penerima dan anggaran Rp 298 triliun, program ini diperkirakan mampu memberikan dorongan sebesar Rp 18,958 triliun terhadap PDB,” ungkapnya.
Selain dampak terhadap PDB, MBG juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan UMKM. “Dari pilot project di 10 kabupaten/kota, UMKM yang terlibat dalam program MBG mengalami peningkatan pendapatan rata-rata sebesar 33,68 persen. Selain itu, rata-rata penambahan tenaga kerja dari UMKM mencapai tiga orang,” kata Esther.
Baca juga : Dukung Program Makanan Bergizi Gratis, KKP Dorong Konsumsi Ikan
Program MBG juga memberikan dampak positif terhadap mitra pengemudi transportasi daring. “Mitra pengemudi di 10 kabupaten/kota yang terlibat dalam program ini mengalami peningkatan pesanan rata-rata tiga orderan per hari, dengan peningkatan pendapatan bersih sekitar 17 persen,” jelasnya.
Dengan hasil studi yang positif ini, Esther menegaskan pentingnya program MBG untuk terus dilaksanakan dan ditingkatkan demi kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya