Dark/Light Mode

Saran Aviliani: Kabinet Prabowo Fokus Ke Pangan, Energi Dan Kelas Menengah

Selasa, 22 Oktober 2024 23:18 WIB
Ekonom INDEF, Aviliani. (Foto: Ist)
Ekonom INDEF, Aviliani. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ekonom Senior INDEF, Dr. Aviliani menggarisbawahi dua hal positif dari pembentukan kabinet gemuk Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Pertama, Prabowo dinilai sebagai sosok yang telah selesai dengan dirinya sendiri. Ini penting bagi seorang pemimpin. 

Kedua, ia melihat, stabilitas merupakan prioritas Prabowo. Karena itu, Prabowo mengakomodasi berbagai pihak yang membantu selama kampanye.

Baca juga : Ibas Harap Kabinet Merah Putih Saling Bersinergi dan Unggul di Semua Bidang

Namun, kata Aviliani, harus ada yang menjadi dirigen dari tim besar tersebut. “Harus ada sesuatu yang diharapkan dalam beberapa waktu ke depan, misalnya kemandirian pangan, energi, dan hilirisasi,” ungkap Aviliani pada Diskusi INDEF "Ekonomi Politik Kabinet Prabowo Gibran" seperti ditulis, Selasa (22/10/2024).

Ia mengingatkan, ketiga isu ini memiliki spektrum luas dan membutuhkan fokus serta konsentrasi dalam implementasinya.

Aviliani juga menyinggung soal kemandirian pangan yang seringkali disalahpahami. Banyak orang mengira bahwa kemandirian pangan berarti semua kebutuhan pangan harus diproduksi di dalam negeri. “Itu membutuhkan fokus dalam pelaksanaan program,” tambahnya.

Baca juga : PEPS Nilai Tepat Prabowo Tunjuk Budi Santoso Jadi Mendag

Isu lainnya yang disorot oleh Aviliani adalah penurunan kelas menengah, yang menurutnya harus menjadi prioritas utama. Ia juga berharap agar program Makan Bergizi Gratis diawasi ketat agar tidak jadi ada penyimpangan. Mengingat program ini melibatkan distribusi di berbagai daerah.

Aviliani juga menyinggung sektor informal yang harus diperbaiki agar pendapatannya layak. Data menunjukkan bahwa kelompok penduduk miskin dan rentan saat ini menghabiskan lebih dari 64 persen pendapatan mereka untuk kebutuhan dasar, menyisakan sedikit untuk kebutuhan lainnya.

Lebih lanjut, ia menilai, target pertumbuhan ekonomi sebesar 6-8 persen sangat besar. Untuk mencapai itu, swasta perlu didahulukan. Jika swasta tidak mampu, barulah BUMN mengambil alih.

Baca juga : Prof Didik Beberin PR Prabowo: Perbaiki Ekonomi Kelas Menengah

Dalam hal kemandirian energi, Aviliani mendiring pengembangan energi terbarukan. Jika itu bisa diatur dengan baik, maka akan menurunkan penggunaan BBM.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.