Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Bos TMMIN: Nggak Ada Solusi Tunggal Untuk Net Zero Emission
Rabu, 30 Oktober 2024 10:02 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Julyanto mengatakan, kolaborasi Triple Helix atau sinergi antara pemerintah, akademisi, dan industr sangat diperlukan untuk transformasi industri otomotif Indonesia menuju era CASE (Connected, Autonomous, Shared, dan Electrified).
“Terutama dalam melawan musuh kita bersama, yaitu karbon,” ujarnya saat membuka Seminar Nasional memperingati 100 tahun industri otomotif Indonesia di Universitas Indonesia, Rabu (30/10/2024).
Diskusi mengambil tema dengan tema Percepatan Transisi Energi: Pendekatan “Quick Win” sebagai Solusi Praktis dalam Mewujudkan Pencapaian Target NDC 2030.
Baca juga : Kemenkeu Klarifikasi Pernyataan Anggito Soal Mobil Maung Untuk Menteri-Eselon I
Nandi mengatakan, Toyota Indonesia berkomitmen untuk berkontribusi secara proaktif dalam mendukung pencapaian Net Zero Emission, baik di Indonesia maupun di dunia.
Nandi menggarisbawahi bahwa transisi energi merupakan langkah penting dalam menghadapi perubahan iklim dan memastikan keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang. “Seperti yang kita ketahui bersama, transisi energi merupakan salah satu langkah krusial yang harus kita ambil untuk menghadapi tantangan perubahan iklim dan memastikan keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Menurutnya, industri otomotif memiliki peran signifikan dalam mencapai target ambisius Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission pada 2060.
Baca juga : Bob Azam: Nggak Cuma EV, Mobil Bioetanol Juga Bisa Kurangi Emisi
“Kami percaya bahwa tidak ada single solution untuk menuju Net Zero Emission. Semua solusi dan teknologi memiliki perannya masing-masing dan dapat memberikan kontribusi bagi penurunan emisi,” jelas Nandi.
Nandi juga memaparkan komitmen Toyota melalui “Toyota Environmental Challenge 2050,” yang tidak hanya berfokus pada penyediaan kendaraan ramah lingkungan, tetapi juga pada keberlanjutan proses produksi. “Di Toyota sendiri, kami memiliki komitmen yang kuat untuk mewujudkan pencapaian Net Zero Emission dengan ‘Toyota Environmental Challenge 2050’,” katanya.
Dalam satu tahun terakhir, lanjut Nandi, Toyota Indonesia telah berhasil mereduksi 5 ribu ton CO2 setara dari seluruh fasilitas produksi dan area kantor melalui upaya efisiensi dan penggunaan energi terbarukan. “Upaya ini tentunya akan kami tingkatkan sehingga mampu berkontribusi positif pada upaya penurunan emisi yang ditargetkan oleh pemerintah menuju NDC 2030,” tegasnya.
Baca juga : Bunex 2024: La Moringa Angkat Potensi Moringa untuk Ketahanan Pangan
Di akhir sambutannya, Nandi berharap, seminar ini dapat menjadi wadah untuk saling bertukar pengetahuan dan berdiskusi untuk menghasilkan solusi praktis bagi kemajuan bangsa. “Semoga kegiatan hari ini dapat menjadi wadah untuk saling bertukar pengetahuan dan berdiskusi untuk menghasilkan solusi praktis bagi kemajuan negeri kita tercinta,” tutupnya.
Nandi menjelaskan, seminar ini merupakan bagian dari kolaborasi ketujuh antara Toyota dan tujuh universitas di Indonesia, meliputi UNDIP, UDAYANA, ITS, ITB, UNS, UGM, dan kini UI.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya