Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sebelumnya
Benny menambahkan, pada Januari 2025 nanti, SKK Migas akan memberikan rekomendasi terkait pengelolaan proyek yang meliputi empat opsi. Pertama, dikerjakan sendiri dengan kemungkinan pengajuan insentif. Kedua, dikerjakan bersama badan usaha lain. Ketiga, melalui konsorsium. Terakhir, dikembalikan ke negara.
Sementara Ketua Komite Eksplorasi dari Indonesian Petroleum Association (IPA), Rina Rudd mengatakan, diperlukan perubahan yang cukup signifikan untuk dapat memperbaiki iklim investasi di Indonesia, mengingat ketatnya persaingan di sektor energy, khususnya migas secara global.
Baca juga : Menhan: Dewan Pertahanan Nasional Untuk Perkuat Negara
Dia mengungkapkan, Indonesia masih memiliki potensi migas yang sangat besar, tapi mayoritas cadangan tersebut berada di wilayah timur Indonesia yang sangat minim infrastrukur dan butuhkan biaya investasi besar.
Rina Rudd
“Untuk mengimbangi kebutuhan investasi besar tersebut, perlu ada fiscal terms yang sangat menarik,” ujar Rina.
Baca juga : Cek Keamanan Anggur Shine Muscat, Kemenkes Koordinasi Dengan Kementan
Dia menambahkan, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan investor untuk berinvestasi, di antaranya fiscal term yang menarik, kemudahan berusaha, kepastian hukum, dan peraturan lain yang terkait target Net Zero Emission.
“Investor akan mempertimbangkan hal-hal tersebut. Apalagi saat ini ada dorongan untuk melakukan transisi energi secara global. Investor harus membagi protofolio-nya dengan energi terbarukan,“ jelasnya. (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya