Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Tim Promotor Pastikan Gelar Doktor Bahlil Sesuai Syarat Dan Aturan
Rabu, 23 Oktober 2024 14:19 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Co-promotor disertasi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, Teguh Dartanto menyampaikan penjelasan mengenai polemik gelar doktor Bahlil Lahadalia. Ia memastikan, gelar doktor Bahlil sudah sesuai syarat termasuk soal jurnal.
Teguh, yang juga merupakan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia (FEB UI) ini menceritakan bagaimana Bahlil mengambil program S3 di SKSG UI.
Kata dia, Bahlil sempat bertanya tentang program S3 di FEB UI. Ia pun menyarankan Bahlil agar mengambil S3 jalur riset di SKSG UI. Menurut dia, program ini lebih memungkinkan untuk Bahlil sebagai menteri. Soalnya kalau mengambil program di FEB UI ada kuliah terstruktur di hari kerja pada semester pertama.
Teguh mengatakan, Bahlil memenuhi syarat untuk mendaftar S3 di SKSG UI karena telah lulus Magister Ilmu Ekonomi dari UNCEN pada 2009.
Baca juga : Prof. Teguh Dartanto Tegaskan Status S3 Bahlil Sudah Sesuai Prosedur
“Saya melihat ijazah yang ter-scan di sistem SKSG UI. Informasi di PDDIKTI mengenai kabar Bahlil yang dianggap mengundurkan diri kurang akurat. Bahlil telah menempuh 4 semester, sesuai dengan Peraturan Rektor No. 26/2022, sehingga layak untuk maju ke tahap promosi," terang Teguh dalam siaran pers yang diterima RM.id Rabu (23/10/2024).
Teguh pun menjelaskan isu jurnal predator yang menyerang Bahlil. Ia mengatakan Bahlil memenuhi syarat tiga publikasi: satu jurnal internasional bereputasi, satu jurnal SINTA 2, dan satu prosiding yang dapat diganti menjadi jurnal SINTA 2.
"Pemberitaan terkait jurnal predator pada bulan Juli 2024 sudah diselesaikan oleh SKSG sejak Maret-April 2024. Bahlil harus menulis ulang di jurnal lain untuk syarat kelulusan. Tidak benar bahwa Bahlil lulus dengan jurnal predator," ujarnya.
Sementara itu, salah satu penguji Bahlil yakni Prof. Dr. Arif Satria, mengaku bahwa dirinya diminta dan bersedia menjadi penguji. Arif mengaku bersedia karena ia meyakini Universitas Indonesia sebagai perguruan tinggi ternama pasti menjaga reputasi dengan sistem penjaminan mutu yang kuat.
Baca juga : UI Tegaskan Gelar Doktor Bahlil Lahadalia Sesuai Aturan
"Saya sering menjadi penguji S3 di UI dan untuk sampai pada sidang promosi melalui tahapan panjang yang ketat. Hal ini juga disampaikan oleh pimpinan sidang kepada promotor, co promotor maupun penguji sebelum acara dimulai, bahwa sidang promosi pak Bahlil sudah sesuai prosedur di UI. Bahwa masa studi S3 selama 4 semester juga sesuai aturan UI,” katanya.
Dijelaskan pula bahwa artikel jurnal yang digunakan sebagai syarat untuk S3 sesuai ketentuan.
Polemik selanjutnya karena disertasi Bahlil yang dianggap plagiat atau memiliki kesamaan mencapai 95 persen dengan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta berdasarkan aplikasi cek plagiarisme Turnitin.
Menanggapi hal tersebut, pihak UIN melalui laman resmi mereka menjelaskan kronologi dan temuan plagarisme tersebut adalah karena adanya kesalahan internal mereka.
Baca juga : BRIN Promosikan Sorgum sebagai Solusi Pangan Masa Depan
UIN menjelaskan bahwa seorang mahasiswa doktoral sekaligus dosen di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memeriksa keaslian disertasi Bahlil melalui akun Turnitin kampus dan mendapatkan hasil similarity sebesar 13 persen. Namun, dokumen tersebut tidak segera dihapus dan tersimpan dalam repository Turnitin kampus. Saat pemeriksaan ulang, sistem mendeteksi kesamaan 100% karena file tersebut sudah terekam dalam database Turnitin sebagai dokumen resmi.
"Kondisi ini memunculkan kesan yang salah bahwa Menteri Bahlil menjiplak karya mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Hal ini terjadi karena disertasi Menteri Bahlil pernah diunggah ke repository Turnitin dan dianggap sebagai dokumen terdaftar. Ketika lima orang dari berbagai perguruan tinggi melakukan pengecekan ulang, mereka memperoleh hasil similarity antara 95% hingga 100 persen. Hasil uji ini kemudian tersebar di media sosial dan semakin memperkuat kesalahpahaman tersebut," ujar Guru Besar UIN, Prof. Maila Dinia Husni Rahiem, melalui laman resmi UIN.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya