Dark/Light Mode

Sepanjang Januari-28 Oktober 2024

OJK Hentikan 2.500 Entitas Pinjol Ilegal Plus 242 Penawaran Investasi Ilegal

Sabtu, 2 November 2024 21:06 WIB
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi dalam konferensi pers RDKB Oktober 2024, Jumat (2/11/2024). (Foto: YouTube)
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi dalam konferensi pers RDKB Oktober 2024, Jumat (2/11/2024). (Foto: YouTube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menyampaikan, dalam rangka pemberantasan kegiatan keuangan ilegal, OJK telah menerima 13.860 pengaduan terkait entitas ilegal dalam periode Januari hingga 28 Oktober 2024. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13.020 di antaranya merupakan pengaduan mengenai pinjaman online ilegal. Sebanyak 840 sisanya, merupakan pengaduan terkait investasi ilegal. 

"Kami juga telah menemukan dan menghentikan 2.500 entitas pinjaman online ilegal plus 242 penawaran investasi ilegal di sejumlah situs dan aplikasi yang berpotensi merugikan masyarakat, dalam periode Januari hingga 28 Oktober 2024," kata Friderica yang akrab disapa Kiki, dalam konferensi pers RDKB Oktober 2024, Jumat (2/11/2024).

Selain itu, OJK juga telah menerima informasi 228 rekening bank atau virtual account yang dilaporkan terkait aktivitas keuangan ilegal. Terkait hal tersebut, OJK juga telah meminta pemblokiran melalui satuan kerja pengawas bank. 

"Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (PASTI) juga menemukan nomor kontak pihak penagih (debt collector) terkait pinjaman online ilegal yang dilaporkan telah melakukan ancaman, intimidasi, ataupun tindakan lain yang bertentangan dengan ketentuan," tutur Kiki. 

Menindaklanjuti hal tersebut, Satgas PASTI telah mengajukan pemblokiran terhadap 995 nomor kontak kepada Kementerian Komunikasi dan Digital RI. 

Edukasi Keuangan 

Baca juga : Santri dan Pesantren Inspiratif Nasional Bakal Terima Penghargaan

Sejak 1 Januari hingga 28 Oktober 2024, OJK telah menyelenggarakan 4.393 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau 5.795.083 peserta di seluruh Indonesia. Platform digital Sikapi Uangmu, yang berfungsi sebagai saluran komunikasi khusus untuk konten edukasi keuangan kepada masyarakat melalui minisite dan aplikasi, telah menerbitkan 345 konten edukasi, dengan total 1.388.655 viewers.

Selain itu, terdapat 69.701 pengguna Learning Management System Edukasi Keuangan (LMSKU) OJK dengan nilai total akses modul 96.342 kali dan penerbitan 77.154 sertifikat kelulusan modul. 

Upaya peningkatan literasi keuangan tersebut didukung oleh penguatan program inklusi keuangan melalui kolaborasi dalam Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang melibatkan Kementerian/Lembaga, Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya.

Hingga Oktober 2024, sebanyak 541 TPAKD telah dibentuk di 37 provinsi dan 504 kabupaten/kota. Dengan demikian, telah terbentuk 98,01 persen TPAKD di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

OJK telah melakukan kegiatan pengembangan serta penguatan literasi dan edukasi keuangan secara masif dan merata, antara lain dalam bentuk sebagai berikut:

Baca juga : Sepanjang Juni 2024, BRI Sabet 3 Penghargaan Bergengsi Level Internasional

1. Diskusi dengan Asosiasi serta PUJK Campaign Manager yang terdiri dari Bank Perekonomian Daerah dan beberapa PUJK guna membahas rencana tindak lanjut dan koordinasi implementasi, monitoring, dan evaluasi pelaksanaan program GENCARKAN.

OJK beserta seluruh Asosiasi dan Campaign Manager berkomitmen bersama untuk melaksanakan program literasi dan inklusi keuangan GENCARKAN kegiatan literasi secara masif, merata, sinergis, terarah, terukur, dan berkelanjutan.

2. Kegiatan Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) yang merupakan kolaborasi bersama Kementerian Keuangan, Bank Indonesia serta Lembaga Penjaminan Simpanan yang tergabung dalam Forum Koordinasi Pembiayaan Pembangunan melalui Pasar Keuangan (FK-PPPK), untuk menyebarluaskan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi keuangan dan meningkatkan budaya berinvestasi.

3. Kegiatan edukasi keuangan bagi Personel TNI Angkatan Udara (TNI AU) di Landasan Udara Atang Sendjaja, Bogor, Jawa Barat untuk meningkatkan literasi keuangan dan kewaspadaan terhadap investasi dan pinjaman online ilegal.

4. Capital Market Goes to Office bekerja sama dengan Lemdiklat Polri yang dihadiri oleh anggota POLRI dan perwakilan tenaga pendidik Sekolah Polisi Negara (SPN) di seluruh Indonesia, yang bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan khususnya di sektor Pasar Modal.

Baca juga : Ekonom Optimistis Prabowo-Gibran Mampu Gairahkan Investasi Di Indonesia

5. Pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2024 merupakan bagian dari program GENCARKAN yang diinisiasi oleh OJK bersama Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI), dalam rangka meningkatkan literasi dan inklusi keuangan secara masif dan merata di seluruh Indonesia.

Sebagai bagian dari rangkaian BIK, dilaksanakan kegiatan Financial Expo (FinExpo) 2024 di Kota Balikpapan yang diikuti oleh 68 peserta pameran yang terdiri dari 42 PUJK Konvensional, 11 PUJK Syariah, dan 15 regulator, UMKM, dan lembaga terkait.

Kegiatan ini berhasil mencapai 48.978 kunjungan dari berbagai lapisan masyarakat di Kota Balikpapan, dengan total transaksi senilai Rp 5,45 miliar. Pelaksanaan BIK juga dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia oleh Kantor OJK di daerah, bersama stakeholders terkait.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.