Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Aplikasi Pindar Sasar Masyarakat Unbanked: Fleksibel Dan Mudah Diakses
Minggu, 10 November 2024 18:17 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Industri financial technology (Fintech) mengalami pertumbuhan pesat. Fintech dapat menjadi kekuatan untuk mendorong keuangan negara.
Mengingat, fintech mudah diakses oleh masyarakat yang tidak terjangkau perbankan. Juga, penyediaan layanan keuangannya terjangkau.
Direktur Utama Easycash, Nucky Poedjiardjo Djatmiko mengaku, kehadiran aplikasi pinjaman daring (Pindar) memang memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Utamanya, bagi masyarakat yang tidak memiliki akses terhadap produk keuangan resmi (underserved dan unbanked).
Baca juga : Habib Aboe Apresiasi Kejagung, Minta Masyarakat Ikut Awasi Kasus Suap Hakim
"Sejak didirikan pada tahun 2017 hingga Agustus 2024, Easycash sudah digunakan oleh lebih dari enam juta penerima dana. Sedangkan nilai total akumulasi pendanaan yang telah disalurkan Easycash sejak berdiri adalah senilai Rp 55.93 triliun (per Agustus 2024)," kata Nucky, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (10/11/2024).
Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS), indeks literasi keuangan penduduk Indonesia mencapai 65,43 persen.
Sementara, indeks inklusi keuangan sebesar 75,02 persen. Statistik ini menunjukkan adanya gap sebesar 9,59 persen antara tingkat literasi dan inklusi keuangan. Sehingga, bisa diartikan meskipun akses ke layanan keuangan semakin luas, tapi masih ada pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan yang perlu ditingkatkan.
Baca juga : Pilkada Lamsel: Masyarakat Ingin Perubahan, Elektabilitas Egi-Syaiful Melonjak
"Easycash, sebagai perusahaan fintech pinjaman daring yang berizin dan diawasi OJK, berkomitmen dalam meningkatkan literasi keuangan di Indonesia," lanjut Nucky.
Selain itu, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia sempat meramal bahwa nilai transaksi pindar di kawasan ASEAN akan tembus 1 triliun dolar Amerika Serikat (AS) pada 2025. Hal ini selaras dengan meningkatnya jumlah orang dewasa di ASEAN yang memiliki rekening bank dalam kurun waktu sepuluh tahun.
Yaitu menjadi sebanyak 268 juta orang pada 2021, dibandingkan sebelumnya yang hanya 190 juta orang pada tahun 2011.
Baca juga : Warga Jakarta Kini Mudah Periksa Kesehatan Mental
Seiring dengan itu, jumlah penyelenggara pindar di kawasan Asia Tenggara juga meningkat signifikan menjadi 2.000 pada 2022. Sedangkan di tahun 2015 hanya sebanyak 200 penyelenggara pindar.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya