Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Aplikasi E-Jiwa Terhubung Ke Psikolog
Warga Jakarta Kini Mudah Periksa Kesehatan Mental
Selasa, 15 Oktober 2024 06:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyediakan aplikasi E-Jiwa untuk memudahkan warga memeriksa kondisi kesehatan mental. Hasil pemeriksaannya dapat ditindaklanjuti dengan mengakses layanan di Puskesmas atau rumah sakit.
Pelaksaan Tugas Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Sri Puji Wahyuni mengungkapkan, berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI), kelompok usia 20-37 tahun dan 40-59 tahun paling banyak mengalami gangguan kesehatan mental. Yakni, menempati posisi kedua dan kelima dalam daftar masalah kesehatan yang paling umum.
Puji menekankan pentingnya pendekatan promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan mental. Upaya ini lebih efektif karena dapat mencegah masalah kesehatan mental sebelum menjadi lebih serius. Kata Puji, masyarakat mesti membiasakan membicarakan masalah kesehatan mental sebagai hal yang wajar.
“Seperti halnya membicarakan kesehatan fisik,” kata Puji dalam keterangannya, Senin (14/10/2024).
Baca juga : Baim, Mantan Bikin Trauma
Untuk itu, lanjut Puji, perlunya keterbukaan, agar merasa nyaman untuk mengungkapkan masalah mental. Jika merasa terganggu, dianjurkan untuk segera mencari bantuan profesional. Pemprov DKI Jakarta telah menyediakan tenaga medis, termasuk psikolog di 26 Puskesmas dan 17 psikiater di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Selain itu, ada program pelatihan kader untuk memberikan pertolongan pertama pada gangguan mental, yang akan lebih digiatkan tahun depan.
Pemprov DKI Jakarta telah menghadirkan aplikasi E-Jiwa untuk memudahkan warga memeriksa kondisi kesehatan mental. Hasil dari aplikasi ini dapat ditindaklanjuti dengan mengakses layanan di Puskesmas atau rumah sakit.
Kepala Biro Kerja Sama Daerah (KSD) Setda Provinsi DKI Jakarta Marulina Dewi mengatakan, kesehatan mental yang seringkali diabaikan, sangat penting dan harus menjadi perhatian.
Marulina mengatakan, kesehatan mental harus diprioritaskan, mengingat kondisi emosional, psikologi dan hubungan sosial seseorang berperan penting dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga : Jokowi-Prabowo-Gibran Kompak, Saling Dukung
“Hari Kesehatan Mental Sedunia ini adalah momen bagi kita untuk lebih peduli terhadap kesehatan jiwa, baik untuk diri sendiri maupun orang-orang di sekitar kita,” ujar Marulina, Kamis (10/10/2024) malam.
Marulina mengungkapkan, kondisi kesehatan mental di Jakarta, menurut survei Kesehatan Indonesia, menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Prevalensi depresi di kalangan penduduk Jakarta mencapai 1,5 persen, gangguan mental emosional 2,3 persen, dan gangguan jiwa berat 4,9 persen.
Marulina menyebut, banyak lingkup dan tempat yang berpotensi mengalami gangguan kesehatan mental di sekitar kita. Seperti di sekolah, pertemanan generasi muda, kehidupan keluarga yang kurang harmonis, trauma dalam fase kehidupan yang tidak terselesaikan dengan baik, kesenjangan sosial ekonomi di masyarakat, tuntutan dalam pergaulan, kegagalan mencapai cita-cita dan persaingan dalam pendidikan serta di dunia pekerjaan.
“Untuk itu, kondisi ini perlu menjadi perhatian semua pihak dengan memastikan agar mereka yang mengalami masalah mental tidak menghadapinya sendirian,” ujarnya.
Baca juga : Serang Pasukan Perdamaian, Israel Dikutuk 40 Negara
Marulina bilang, sebagai orangtua, anak, saudara, rekan kerja, setiap orang harus senantiasa menciptakan dan memelihara lingkungan yang sehat mental pada lingkaran terdekatnya.
Founder Devote to Love, Zela D berharap, kesadaran akan kesehatan mental terus berlanjut melalui aksi kolaboratif untuk mendukung mereka yang mengalami masalah mental.
“Semoga bisa terus berdampak dan berkesinambungan dalam bentuk kegiatan kolaboratif, untuk melakukan aksi nyata. Menjadi sahabat bagi mereka yang mengalami masalah kesehatan mental,” tandasnya.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Selasa, 15 Oktober 2024 dengan judul Aplikasi E-Jiwa Terhubung Ke Psikolog, Warga Jakarta Kini Mudah Periksa Kesehatan Mental
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya