Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Jaga Rupiah, BI Tahan Suku Bunga Acuan Di Level 6 Persen
Rabu, 20 November 2024 15:18 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI rate di level 6 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25 persen, dan suku bunga Lending Facility di 6,75 persen.
Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 19-20 November 2024.
“Keputusan ini konsisten dengan arah kebijakan moneter untuk memastikan tetap terkendalinya inflasi dalam sasaran 2,5 plus minus 1 persen pada 2024 dan 2025, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam pengumuman hasil RDG yang disampaikan secara virtual, Rabu (20/11/2024).
Baca juga : Pemukiman Tanah Tinggi Akan Dibikin Lebih Keren
BI juga menegaskan fokus kebijakan moneternya diarahkan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian geopolitik dan dinamika ekonomi global, termasuk perkembangan politik di Amerika Serikat (AS).
“Ke depan, Bank Indonesia akan terus mencermati pergerakan nilai tukar rupiah, prospek inflasi, serta data-data ekonomi lainnya dalam mempertimbangkan ruang untuk langkah kebijakan suku bunga selanjutnya,” jelas Perry.
Dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, BI melanjutkan kebijakan makroprudensial yang longgar. Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong kredit perbankan ke sektor-sektor prioritas, seperti UMKM dan ekonomi hijau, sembari tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.
Baca juga : Jasa Raharja Jamin Seluruh Korban Tabrakan Beruntun Di Tol Cipularang
Di sisi lain, BI juga mengarahkan kebijakan sistem pembayarannya untuk memperkuat sektor perdagangan dan UMKM melalui penguatan infrastruktur digitalisasi sistem pembayaran.
Perry juga menyoroti tingginya risiko ekonomi global akibat ketegangan geopolitik dan kebijakan fiskal ekspansif di AS. Kondisi tersebut diperkirakan akan memperlambat pertumbuhan ekonomi global dan menahan laju penurunan suku bunga Fed Funds Rate (FFR).
Meski demikian, ekonomi Indonesia dinilai tetap stabil. Pertumbuhan triwulan III-2024 tercatat sebesar 4,95 persen (yoy), didukung oleh konsumsi rumah tangga kelas menengah ke atas serta investasi yang terus meningkat berkat pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN).
Baca juga : Awal Pekan, Rupiah Menguat Ke Level Rp 15.651
“Nilai tukar rupiah diperkirakan stabil, didukung komitmen BI dalam menjaga stabilitas, imbal hasil yang menarik, inflasi rendah, dan prospek pertumbuhan ekonomi yang positif,” tutup Perry.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya