Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Kita Butuh Realisasi Investasi Rp 13.528 T
RM.id Rakyat Merdeka - Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen, Indonesia membutuhkan realisasi investasi sebesar Rp 13.528 triliun dalam lima tahun ke depan.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu mengatakan, target realisasi investasi yang sangat besar diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja bagi 3,74 juta orang.
“Ini menjadi fokus utama Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” kata Todotua dalam keterangan resmi Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jumat (22/11/2024).
Dia menjelaskan, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen, ada tiga fundamental utama yang harus dipenuhi.
Pertama, bagaimana Indonesia bisa menggenjot investasi dan khususnya juga dalam konteks hilirisasi.
Kedua, konsep pelaksanaan digitalisasi yang akan mempermudah pencapaian target pertumbuhan ekonomi dan realisasi investasi.
Baca juga : Angkut Barang Pake KA Atasi Pungli Dan Truk ODOL
Ketiga, yang tidak kalah penting, Indonesia juga berbicara mengenai green economy fund atau dana yang mendukung pembangunan ekonomi yang ramah lingkungan.
“Asta Cita Presiden Prabowo Subianto menempatkan hilirisasi sebagai salah satu prioritas strategis untuk mendorong ekonomi berkelanjutan,” tutur Todotua.
Menurutnya, upaya itu diarahkan untuk meningkatkan kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi hijau dan ekonomi biru.
Selain itu, pengembangan industri kreatif, penciptaan lapangan kerja berkualitas serta penguatan kewirausahaan, menjadi bagian integral dari strategi ini.
Todotua juga menyoroti pentingnya pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul. Termasuk di bidang sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, kesetaraan gender serta pemberdayaan perempuan, pemuda dan penyandang disabilitas.
Menurut Todotua, sebagian besar visi dari Asta Cita ini berkaitan erat dengan tugas dan kewenangan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM. Terutama melanjutkan agenda hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.
Baca juga : Blanko Sudah Tersedia, Bikin KTP Cukup 15 Menit
Upaya ini menjadi landasan bagi pembangunan ekonomi berkelanjutan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Ini juga untuk penambahan revenue negara, sehingga kita bisa menggenjot pertumbuhan negara,” imbuh Todotua.
Dijelaskan lebih lanjut, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM telah menyusun peta jalan hilirisasi untuk 28 komoditas strategis di delapan sektor utama.
Peta jalan ini menawarkan potensi investasi senilai 618,1 miliar dolar Amerika Serikat (AS) yang diperkirakan mampu menciptakan lapangan kerja lebih dari 3 juta orang.
Peta jalan tersebut juga akan meningkatkan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hingga 235,9 miliar dolar AS.
Todotua mengungkapkan, kementeriannya telah menetapkan sembilan program quick wins untuk mendorong investasi dan mendukung hilirisasi.
Baca juga : Man. City Vs Tottenham Hotspurs, The Citizens Wajib Menang
Program ini mencakup optimalisasi insentif fiskal seperti tax holiday, integrasi sistem digital antar-kementerian dan pengembangan kawasan investasi strategis.
Selain itu, kementerian juga berfokus pada penyelesaian hambatan investasi. Termasuk mengatasi permasalahan pada lima perusahaan dengan nilai total Rp 556 triliun.
“Program ini diharapkan dapat memberikan kepastian berusaha dan meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi global,” harapnya.
Direktur Pengembangan Big Data Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto mengatakan, selain investasi, salah satu kunci mencapai target pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen adalah membangkitkan kembali daya beli masyarakat.
“Khususnya dalam 100 hari pertama Pemerintahan Prabowo, harus mampu mendongkrak kembali daya beli masyarakat yang menurun. Tanpa perbaikan daya beli, target pertumbuhan ekonomi yang tinggi sulit dicapai,” ujar Eko. NOV
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 7, edisi Sabtu, 23 November 2024 dengan judul "Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Kita Butuh Realisasi Investasi Rp 13.528 T"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.