Dark/Light Mode

Dukung Program 3 Juta Rumah

BTN Bakal All Out

Sabtu, 30 November 2024 07:05 WIB
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu (kiri) bersama Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah (kedua kanan), Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono (kanan) dan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, berpose usai menjadi pembicara dialog interaktif Program 3 Juta Rumah, Gotong Royong Membangun Rumah Untuk Rakyat di Menara 1 BTN, Jakarta, Jumat (29/11/2024). Foto: DOK BTN
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu (kiri) bersama Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah (kedua kanan), Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono (kanan) dan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, berpose usai menjadi pembicara dialog interaktif Program 3 Juta Rumah, Gotong Royong Membangun Rumah Untuk Rakyat di Menara 1 BTN, Jakarta, Jumat (29/11/2024). Foto: DOK BTN

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk akan all out mewujudkan Program 3 Juta Rumah. Kendati begitu, hal ini membutuhkan dukungan dan sinergi banyak pihak.

Pasalnya, kata Direktur Uta­ma BTN Nixon LP Napitupulu, dalam pembangunan perumahan kerap ditemui sejumlah ken­dala. Seperti perizinan, analisis mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan penyambungan lis­trik serta air pada rumah subsidi.

Lalu, ada juga persoalan lo­kasi atau ketersediaan lahan yang jauh dari perkotaan, hingga kuota yang terbatas.

Karenanya, sambung Nixon, dibutuhkan sinergitas dalam pe­nyelesaian segala permasalahan tersebut. Di antaranya dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Kementerian Lingkungan Hidup dan (KLHK), termasuk PLN sebagai penyedia listrik.

“Untuk rumah subsidi ini, jika air dan listrik belum tersambung, unit tidak bisa terjual. Ini berdampak pada cashflow,” ujar Nixon dalam acara Dialog Bersama Asosiasi Pengembang bertema ‘Program 3 Juta Rumah-Gotong Royong Mem­bangun Rumah Untuk Rakyat di Jakarta, Jumat (29/11/2024).

Baca juga : UEA Apresiasi Bantuan Indonesia Di Jalur Gaza

Dia berharap, persoalan-per­soalan tersebut dapat segera teratasi agar awal 2025, Program 3 Juta Rumah segera dimulai.

Apalagi BTN juga ditargetkan membangun sebanyak 800 ribu unit rumah, dengan skema KPR FLPP (Kredit Pemilikan Rumah dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan), seperti yang disampaikan Menteri PKP Maruarar Sirait beberapa waktu lalu.

Target ini naik drastis dari KPR FLPP sebelumnya sebesar 200 ribu unit.

Nixon mengaku, memang keputusan tersebut belum resmi dan diskusi teknis masih ber­langsung, termasuk soal model pendanaan.

“Tapi rencananya, 50 persen pendanaan berasal dari Pemerin­tah dan 50 persen dari likuiditas bank,” kata Nixon.

Baca juga : Rusun Pasar Rumput Diincar Warga Jakarta

Menurut Nixon, skema ini menjadi acuan BTN menentukan perkiraan dana yang dibutuhkan untuk mengakomodasi kebutu­han target tersebut.

Tak hanya itu, soal likuiditas bank, Nixon bakal mengandal­kan Dana Pihak Ketiga (DPK), penerbitan obligasi serta menja­jaki pinjaman luar negeri.

Dia memperkirakan, likuidi­tas yang diperoleh dari obligasi dan pinjaman bisa mencapai Rp 10 triliun-Rp15 triliun pada tahun depan.

“Kami mengusulkan, kalau bisa penerbitan obligasi bisa dijamin Pemerintah agar lebih murah buat kami,” ujar Nixon.

Dia berharap, PT Sarana Mul­tigriya Finansial (Persero) atau SMF tetap dilibatkan dalam ren­cana implementasi KPR FLPP sebanyak 800 ribu unit. “Dengan begitu, kami bisa berbagi porsi pendanaan bersama dengan SMF,” harap Nixon.

Baca juga : Kejar Tiga Poin Di Derby London

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan, pihaknya mendapat mandat men­sinergikan ekosistem BUMN dengan Program 3 Juta Rumah.

Tiko-sapaan Kartika Wirjoat­modjo menjelaskan, pihaknya sedang memetakan secara nasional, berapa lahan yang dimiliki negara atau BUMN.

“Ada percepatan dan men­dorong pemenuhan unit rumah bagi MBR (Masyarakat Ber­penghasilan Rendah) pada tahun pertama,” ujar Tiko.

Tiko membeberkan, banyak perusahaan pelat merah yang memiliki banyak aset, di anta­ranya Perum Perumnas dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.