Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Eksploitasi pohon merbau di Sorong Selatan, Papua Barat Daya, semakin meningkat pesat. Banyak masyarakat yang melaporkan bahwa harga per kubik kayu merbau mencapai hingga Rp 700 ribu. Harga ini menjadi sorotan, terutama jika dibandingkan dengan waktu pertumbuhan pohon merbau yang sangat lama, bisa mencapai puluhan tahun bahkan hingga ratusan tahun.
Baca juga : Fokus Ekspansi Bisnis, CMNT Sukses Pertahankan Peringkat idA-
Keberlanjutan dan kelestarian hutan menjadi perhatian utama di tengah tren penebangan yang kian meningkat. Dengan nilai ekonomi yang tinggi, kayu merbau semakin menarik bagi para pelaku industri, namun ini juga menimbulkan kekhawatiran mengenai dampak lingkungan dan sosial bagi masyarakat lokal. Ilustrasi pohon merbau di Sorong Selatan Meningkat (Dok. Pribadi/ewil)
Baca juga : Soal Pembatasan BBM Bagi Ojol, Mukhtaruddin: Jangan Cepat Menyimpulkan
Masyarakat setempat mendesak perlunya regulasi yang lebih ketat untuk memastikan bahwa eksploitasi merbau dilakukan secara bertanggung jawab. Penebangan yang dilakukan tanpa perencanaan dan pengelolaan yang baik dapat mengakibatkan kerusakan ekosistem yang signifikan dan kehilangan sumber daya yang berharga bagi generasi mendatang.
Baca juga : Tim Koordinasi One Health di Kota Tangerang dan 3 Pesan Kesehatan Masyarakat
Oleh karena itu, penting bagi semua pihak, termasuk pemerintah dan pemangku kepentingan, untuk melakukan langkah-langkah yang menjaga keseimbangan antara pengembangan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Edukasi dan advokasi mengenai pentingnya hutan serta manfaat jangka panjang dari konservasi harus ditingkatkan agar masyarakat memahami nilai lebih dari menjaga pohon-pohon merbau dan ekosistem hutan secara keseluruhan.
Ewil M. Woloin
Aktivis Lingkungan
Aktivis Lingkungan
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya