Dark/Light Mode

Menuju Swasembada Energi

Pemerintah Genjot Program Biodiesel

Sabtu, 7 Desember 2024 07:10 WIB
Menuju Swasembada Energi Pemerintah Genjot Program Biodiesel

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah menggenjot program biodiesel sebagai bagian dari upaya mencapai swasembada energi nasional. Hal ini sesuai visi Presiden Prabowo Subianto.

Program biodiesel B35 bagian dari pemanfaatan Bahan Bakar Nabati (BBN) sebagai bahan bakar alternatif. B35 ini mencam­purkan 35 persen minyak nabati ke dalam solar. Saat ini program tersebut tengah berjalan.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot mengatakan, Pemerintah berencana menerapkan B40 tahun depan. Pemerintah juga sedang mengkaji untuk peng­gunaan B50.

Langkah ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan impor Bahan Bakar Minyak (BBM), meningkatkan nilai tam­bah sektor pertanian serta men­dorong pertumbuhan ekonomi.

“Kami juga mengupayakan penyediaan bioetanol di da­lam negeri,” kata Yuliot dalam keterangan resmi Kementerian ESDM, Jumat (6/12/2024).

Baca juga : Garuda Patok 2025 Tambah 20 Pesawat

Menurutnya, Pemerintah terus memperkuat berbagai program energi terbarukan untuk memas­tikan ketahanan dan kecukupan energi nasional.

“Upaya untuk mewujudkan ketahanan energi dalam negeri adalah meningkatkan produksi minyak dan gas (migas) dan mengembangkan Energi Baru Terbarukan (EBT). Termasuk meningkatkan pemanfaatan biodiesel,” jelas Yuliot.

Dia bilang, minyak nabati bisa berasal dari kelapa sawit yang dicampur dengan solar untuk menghasilkan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.

Pada 2023, pemanfaatan biodiesel di pasar domestik menca­pai 12,2 juta kiloliter. Angka ini ditargetkan meningkat menjadi 12,5 juta kiloliter pada 2025. Se­lain itu, program biodiesel juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan.

Berdasarkan catatan Kemente­rian ESDM, program mandatori biodiesel berhasil menghemat devisa hingga 7,9 miliar dolar ASatau sekitar Rp 120,54 triliun pada 2023.

Baca juga : Waduh, Presiden Korsel Terancam Hukuman Mati

Selain itu, pengolahan minyak kelapa sawit mentah menjadi biodiesel menghasilkan nilai tam­bah sebesar Rp 15,82 triliun.

Menurut Yuliot, Pemerintah tidak hanya fokus pada pemanfaatan BBN untuk mencapai swasem­bada energi. Beragam upaya lain juga terus dilakukan. Seperti pengembangan EBT, percepatan penggunaan kendaraan listrik dan peningkatan efisiensi energi.

Penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan masyarakat diyakini menjadi kunci sukses mencapai ketahanan energi nasional.

“Pemerintah berharap, komit­men dan dukungan dari semua pihak dapat mempercepat pen­capaian swasembada energi. Ini diharapkan menjadi landasan kuat bagi pembangunan Indonesia yang lebih mandiri,” ujar Yuliot.

Sebelumnya, Direktur Jen­deral Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDMEniya Listiani Dewi mengata­kan, program mandatori biodie­sel yang saat ini baru 35 persen (B35) ditargetkan tidak hanya sampai B50, tapi hingga B60.

Baca juga : Suhu Di Ibu Kota Sejuk Sampai Akhir Desember

“Bioenergi akan menjadi prioritas. Kami sedang mempersiap­kan B40. Insya Allah sudah bisa jalan di 1 Januari 2025,” ungkap Eniya.

Menurutnya, untuk menuju ke B40 setidaknya terdapat beberapa persiapan yang harus dilakukan oleh industri. Mulai dari mempersiapkan pelabuhan, pengiriman dan logistik.

“Industri harus mempersiap­kan ini, investasi kan butuh modal juga. Nah, kami kasih waktu untuk persiapan sampai akhir Desember 2024,” ka­tanya. NOV

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Sabtu, 7 Desember 2024 dengan judul "Menuju Swasembada Energi Pemerintah Genjot Program Biodiesel"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.