Dark/Light Mode

Penuhi Kebutuhan Libur Nataru

Pertamina Dan PLN Pastikan Ketersediaan Energi Aman

Selasa, 10 Desember 2024 07:10 WIB
Konferensi Pers Kesiapan PLN dan Pertamina dalam rangka Natal dan Tahun Baru yang digelar di Media Center Kementerian BUMN, Jakarta pada Senin (9/12/2024) Foto: Istimewa
Konferensi Pers Kesiapan PLN dan Pertamina dalam rangka Natal dan Tahun Baru yang digelar di Media Center Kementerian BUMN, Jakarta pada Senin (9/12/2024) Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN memastikan ketersediaan energi nasional dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan libur perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru).

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengungkapkan, pihaknya telah membentuk Satuan Tugas (Sat­gas) Nataru, yang akan beroperasi mulai 16 Desember 2024 hingga 9 Januari 2025.

Simon memproyeksi, kebutuhan gasoline atau Bahan Bakar Minyak (BBM) selama peri­ode tersebut akan meningkat sekitar 5 persen dibandingkan waktu normal. Sedangkan gas­oil (solar) diprediksi turun sekitar 3,3 persen.

“Penurunan gasoil ini karena adanya pembatasan operasional kendaraan angkutan barang atau truk selama periode Nataru,” ujar Simon, saat konferensi pers di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (9/12/2024).

Baca juga : KEK Jurus Jitu Kerek Perekonomian Nasional

Sementara kebutuhan LPG (Liquefied Petroleum Gas) untuk konsumsi rumah tangga selama periode Satgas, diprediksikan mengalami kenaikan sekitar 2,7 persen dibanding rata-rata normal.

Ia memastikan, seluruh Pertamina Group, baik Subholding dan Anak Perusahaan Services berkomitmen ikut berperan aktif menghadapi Nataru dan menjaga ketahanan energi nasional, agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

“Kami telah melakukan anti­sipasi dan proyeksi peningkatan kebutuhan energi, termasuk peningkatan cadangan stok BBM, LPG dan Avtur dijaga di level aman, seluruh infrastruktur disiagakan,” janji Simon.

Selain itu, perseroan telah me­nyiagakan 7.786 SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum), 6.802 Pertashop, 414 SPBUN (Nelayan), 55 SPBB (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Bunker), 6.478 Agen LPG, 754 SPBE (Stasiun Pengisian Bulk Elpiji) dan 156 Agen Minyak Tanah untuk memastikan distribusi lancar dan aman.

Baca juga : Air Sering Mati Dan Kotor, Tagihan Bakal Melonjak

Selama masa Satgas, pihaknya juga melakukan peningkatan layanan di jalur potensial me­liputi jalur tol, jalur wisata dan jalur lintas utama.

Tak hanya itu, perseroan telah melakukan antisipasi terha­dap terjadinya bencana dengan mempersiapkan Tim Tanggap Darurat Bencana di masing-masing regional.

Serta melakukan optimalisasi pemanfaatan digitalisasi supply chain, melalui command center bernama Pertamina Digital Hub.

Menurut Simon, sistem ini dapat me-monitoring penyaluran BBM dan LPG seluruh Pertamina Group yang terintegrasi selama masa Nataru.

Baca juga : Girona Vs Liverpool, Buru Rekor Sempurna

“Sehingga kebutuhan energi dapat dijangkau masyarakat, kualitas dan kuantitas BBM dan LPG yang disalurkan dipastikan tepat kuantitas dan kualitas sesuai standar yang berlaku,” bebernya.

Dalam menghadapi Nataru 2024, kata dia, Pertamina Group turut mendukung sektor trans­portasi udara, sesuai yang diamanahkan Pemerintah.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.