Dark/Light Mode

Mine Tour PT Freeport Indonesia (2)

Melihat Eksotisnya Area Tambang Grasberg, Ada Singing Dog Wara-Wiri

Rabu, 11 Desember 2024 10:51 WIB
Eks lokasi penambangan terbuka (open pit) PT Freeport Indonesia di Grasberg, Kabupaten Mimika, Papua. (Foto: Firsty Hestyarini/RM.id)
Eks lokasi penambangan terbuka (open pit) PT Freeport Indonesia di Grasberg, Kabupaten Mimika, Papua. (Foto: Firsty Hestyarini/RM.id)

 Sebelumnya 
Setelah penutupan Grasberg open pit, PTFI beralih ke penambangan bawah tanah (underground mine) untuk memasok konsentrat tembaga, emas, perak, dan mineral ke pabrik pengolahan.

Salah satu cadangan tambang bawah tanah yang besar milik PTFI adalah Grasberg Block Cave (GBC). Lokasinya, persis di bawah open pit Grasberg.

Ada lagi blok Deep Mill Level Zone (DMLZ) yang sudah mulai dikembangkan sejak 2016, dan diproyeksikan baru akan selesai produksi pada 2040.

Baca juga : Mau Ke Lokasi Tambang Grasberg? Kudu Lolos Pemeriksaan Tekanan Darah

Selain itu, juga ada cadangan tambang bawah tanah lain yang belum tergarap, yakni Kucing Liar yang baru akan mulai digarap pada 2024 dan memiliki masa produksi hingga 2053.

“Kami terus mengembangkan tambang bawah tanah, yang terbesar di dunia dengan kapasitas 240 ribu ton,” kata Presiden Direktur PTFI Tony Wenas kepada peserta mine tour Grasberg.

 

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas (kiri) saat menyampaikan penjelasan kepada peserta mine tour di Grasberg, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. (Foto: Firsty Hestyarini/RM.id)

Baca juga : Asthana Kemang Hadirkan Standar Jepang Dalam Pengelolaan Apartemen


Tony menjelaskan, luas area kerja Freeport terhitung kecil. Kurang dari 10 ribu hektar. “Kalau Vale (INCO) itu luasnya 100 ribu sekian hektare, KPC 50 ribu hektare. Sementara Freeport Indonesia kurang dari 10 ribu hektare. Kenapa? Karena bijihnya atau cadangannya itu dari atas ke bawah. Tidak lateritik, tidak horizontal, tetapi vertikal," papar Tony.

Luas area kerja PTFI ini tidak seberapa dibanding luas wilayah Papua, yang mencapai 40 juta hektare. Namun, di luar area kerja, PTFI memiliki wilayah penunjang yang luasnya mencapai 116 ribu hektare. Termasuk, wilayah pengelolaan tailing atau limbah industri pertambangan.

Grasberg open pit yang sudah ditutup itu, sejujurnya terlihat cantik. Kelok-keloknya memberikan kesan eksotis. Apalagi, ketika itu, pemandangan puncak Gunung Jayawijaya yang berselimut salju cukup jelas terlihat.

Baca juga : Medali Pertama Indonesia di Olimpiade Paris, Gregoria Sumbang Perunggu

Bagus juga, kalau kawasan ini menjadi obyek wisata minat khusus. Seperti Open Pit Nam Salu, bekas wilayah penambangan timah terbuka di Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung.

Open Pit Nam Salu menjadi salah satu geosite yang membuat Geopark Belitung ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark pada tahun 2021.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.