Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dukung Pemerintah Capai Misi Asta Cita
BSI Optimistis Kinerja Tumbuh Double Digit
Selasa, 24 Desember 2024 07:05 WIB
Sebelumnya
Menurut dia, di tengah prospek positif tersebut, BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia memiliki potensi kuat untuk menjadi aktor utama untuk mendorong gerak industri keuangan syariah dan perekonomian halal nasional pada tahun 2025.
Sejak dilakukan merger, BSI telah konsisten menjalankan fungsi lebih dari sekadar bank syariah dengan fungsi intermediasinya, melainkan beyond banking.
Ia menilai, selama ini BSI sudah berperan aktif dalam menghubungkan serta menggerakkan ekosistem ekonomi halal nasional.
Dengan penguatan peran yang dilakukan, serta inovasi-inovasi yang terus dikembangkan, BSI dapat semakin memperkuat perannya dalam menggerakkan sektor keuangan dan perekonomian nasional.
“Peran ini semakin penting karena turbulensi ekonomi global yang masih membayangi,” tuturnya.
Baca juga : Rosan Raih Komitmen Investasi Rp 120 Triliun
Lebih jauh, Banjaran melihat, dengan inovasi yang digencarkan oleh para pelaku industri keuangan syariah dan didukung regulasi, Banjaran optimistis sektor keuangan dan industri halal dalam negeri akan semakin berkembang dan berperan lebih aktif dalam pertumbuhan perekonomian nasional.
Selanjutnya, kata Banjaran, penguatan industri halal juga berpotensi mendorong pendapatan pajak dan penerimaan zakat yang krusial, guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
“Selain itu, kebijakan moneter dan kebijakan fiskal turut mendorong pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
Menurut Banjaran, strategi pemanfaatan ekonomi syariah untuk pembangunan ekonomi 5 tahun ke depan adalah penciptaan sumber pertumbuhan baru, yang dapat didorong dari pengembangan di sektor pariwisata, akselerasi produksi produk industri halal.
Seperti makanan dan minuman serta farmasi dan kosmetik halal, serta pengembangan sektor keuangan sosial syariah Ziswaf untuk mengatasi masalah kemiskinan dan masalah jumlah kelas menengah yang turun kelas.
Baca juga : Harga Cabe Dan Daging Melejit
Tak hanya itu, pengembangan sektor keuangan berbasis sosial. Seperti Ziswaf (Zakat Infak Sedekah Wakaf), akan berperan besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
“Strategi ekonomi syariah melalui penciptaan sumber pertumbuhan baru tersebut, diharapkan dapat mendorong pertumbuhantax base dan zakat base,” katanya.
Proyeksi Ekonomi Nasional
Secara umum, Banjaran mengungkapkan, perekonomian global pada tahun 2025 diperkirakan tumbuh stabil namun sedikit tertahan. Ini disebabkan naiknya ketidakpastian akibat arah kebijakan Amerika Serikat (AS), dan eskalasi ketegangan geopolitik, terutama di kawasan Timur Tengah.
“Kenaikan tarif impor oleh AS terhadap beberapa negara yang memiliki surplus perdagangan tinggi dengan AS. Termasuk China, berpotensi meningkatkan fragmentasi perdagangan global,” katanya.
China sebagai salah satu negara yang berpotensi dikenai kenaikan tarif impor berpotensi merelokasi ekspornya ke negara lain yang belum dikenai kenaikan tarif, seperti Vietnam.
Baca juga : Liverpool Rontokkan Spurs 6-3, Si Merah Menyala Data Dan Fakta
Untuk perekonomian domestik, Banjaran memproyeksi pertumbuhan ekonomi akan tumbuh meningkat ke level 5,1-5,2 persen.
Di antara faktor penopang perekonomian domestik 2025, yakni inflasi yang tetap terkendali di rentang kisaran target, sehingga menopang daya beli dan permintaan domestik di tengah risiko lemahnya permintaan eksternal. DWI
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Selasa, 24 Desember 2024 dengan judul "Dukung Pemerintah Capai Misi Asta Cita, BSI Optimistis Kinerja Tumbuh Double Digit"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya