Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Demi Kesejahteraan Nelayan, Bahlil Dorong Percepatan Izin Pembangunan SPBUN
Rabu, 25 Desember 2024 11:06 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmennya untuk mempercepat izin pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN). Demi kesejahteraan para nelayan di seluruh pesisir negeri.
Hal tersebut disampaikan Bahlil, saat meninjau langsung penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk masyarakat pesisir di SPBUN 68.76103, Manggar Baru, Balikpapan, Kalimantan Timur. Sekaligus memastikan kelancaran pasokan BBM bagi nelayan, menjelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.
"Selain ke kilang, hari ini saya juga mengunjungi lokasi SPBU Nelayan untuk memastikan ketersediaan BBM bagi nelayan, menjelang Natal dan Tahun Baru. Saya senang sekali melihat kondisi masyarakat di sini," ujar Bahlil, usai meninjau Refinery Unit V Balikpapan, pekan lalu.
Dalam kunjungannya, Bahlil mendengarkan langsung aspirasi para nelayan yang mengharapkan tambahan pasokan BBM, untuk kebutuhan mereka.
Baca juga : Resmikan Empat Fasum Di Jaksel, Teguh Dorong Peningkatan Pelayanan Publik
Menanggapi hal tersebut, pemerintah memastikan akan mempersingkat proses perizinan pembangunan SPBUN, agar kebutuhan energi di kawasan pesisir dapat segera terpenuhi.
"Ada permohonan dari mereka yang harus kita lakukan, termasuk memperpendek birokrasi pengajuan untuk pembangunan SPBU. Saya dapat memahami perasaan mereka, karena keluarga saya kan nelayan juga," kata Bahlil.
Menteri Investasi periode 2021-2024 ini menekankan, perhatian pemerintah terhadap kebutuhan nelayan tak hanya terbatas pada soal akses energi, tetapi juga mendukung keberlanjutan mata pencaharian masyarakat pesisir.
Menurutnya, keberadaan SPBUN di Balikpapan sangat memberikan manfaat langsung bagi nelayan.
Baca juga : Tingkatkan Kesejahteraan Pengemudi, Menkop Resmikan Pendirian KOPDI
Erwan (43), seorang anggota Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan Bersatu mengungkap, program ini telah membantu mengatasi kendala akses BBM. Dia berharap, pemerintah dapat menambah kuota BBM, agar para nelayan bisa lebih sering melaut.
"Kami dari KUB Nelayan Bersatu merasakan manfaat keberadaan SPBU ini. Namun, kami minta ditambah kuotanya, agar kami dapat melaut dua kali sebulan," ujar Erwan.
Untuk memenuhi kekurangan BBM, sambung Erwan, para nelayan terkadang membeli stok dari rekan mereka yang tidak melaut.
"Kami membeli dari nelayan yang tidak melaut, dengan harga yang sama dengan SPBUN. Ini agar kami bisa melaut dua kali sebulan untuk mendapat hasil yang lebih baik," tambah Erwan.
Baca juga : Terima Pengusaha Uzbekistan, Bamsoet Dukung Rencana Kerja Sama Penerbangan Haji
SPBUN merupakan inisiatif pemerintah untuk mempermudah akses BBM bagi nelayan di seluruh Indonesia. Hingga saat ini, total 415 SPBUN telah dibangun di berbagai wilayah pesisir.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, penyaluran Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar di SPBUN 68.76103 Balikpapan hingga November 2024 mencapai 895 kiloliter atau 91,42 persen dari total kuota 979 kiloliter.
Hal ini menunjukkan upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan energi nelayan, terus berjalan sesuai target.
Bagi pemerintah, percepatan pembangunan SPBUN diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi kesejahteraan nelayan, termasuk sekaligus meningkatkan ketahanan energi nasional sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam Asta Cita.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya