Dark/Light Mode

Jaga Keseimbangan Alam, Unika Atma Jaya Rampungkan Pembangunan RTH

Sabtu, 14 Desember 2024 23:47 WIB
Ruang Terbuka Hijau (RTH) di area Kampus Unika Atmajaya, Semanggi. Foto: Istimewa
Ruang Terbuka Hijau (RTH) di area Kampus Unika Atmajaya, Semanggi. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Menempati salah satu sudut tersibuk di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya berdiri kokoh di antara banyaknya gedung perkantoran dan area bisnis sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin.

Di antara hiruk pikuk sibuknya kota, Unika Atma Jaya memberikan bentuk kepeduliannya terhadap lingkungan dengan menjaga keseimbangan alam di dalamnya.

Sejalan dengan prestasi yang juga diraih Unika Atma Jaya dalam UI Green Metric, merupakan pengakuan atas komitmen universitas terhadap keberlanjutan lingkungan.

Hal ini diwujudkan juga dalam bentuk konkret lainnya yaitu dengan selesainya pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di area Kampus Semanggi.

Baca juga : Jelang Nataru, BRI Siapkan Uang Tunai Rp24,6 Triliun

Peresmian telah dilaksankan pada 4 Oktober 2024, yang bertepatan dengan perayaan Gereja Katolik Pesta Santo Fransiskus Asisi. Gereja ini merupakan salah satu Santo umat Katolik sebagai pelindung binatang dan lingkungan, serta bertepatan dengan hari lahir Frans Seda sebagai salah satu Founding Father Atma Jaya.

"Landscape pembangunan RTH di tanah seluas 1,2 hektar ini telah dirancang dengan banyaknya tanaman, pepohonan, rumput hijau, bangunan apmhitheater terbuka, dan outdoor class," kata University Secretary Unika Atma Jaya Agustina Dwi Retno Nur Cahyanti, dalam keterangannya, Sabtu (14/12/2024).

Kata Retno, konsep pembangunan RTH diselaraskan dengan penataan area agar tetap sejuk, menjaga keasrian, dan keberdayagunaan untuk penunjang fasilitas pendidikan bagi seluruh sivitas akademika.

"Jumlah pohon juga bertambah dari 79 menjadi 135, dan jumlah sumur resapan yang semula 28 bertambah menjadi 92," tambahnya.

Baca juga : Lima Smelter Dituntut Bayar Kerugian Negara Rp 152,3 T

Lebih dari itu, sambungnya, sejumlah paving block yang dibongkar juga disumbangkan kepada pihak yang membutuhkan agar dapat bisa digunakan kembali.

"Semua ini dilakukan sebagai wujud komitmen Unika Atma Jaya terhadap lingkungan, dan menjaga ekosistem keseimbangan alam di wilayahnya," ucap Retno.

Dia menyebut, suasana yang dibangun sangat nyaman. Penataan area dibuat semenarik mungkin. Bahkan saat malam hari tanpa mengesampingkan prinsip keberlanjutan. Gemerlap lampu-lampu di antara suasana sejuk, ungkapnya, membuat setiap orang yang datang dan singgah merasa nyaman.

"Bukan hanya pada pembangunan RTH, Unika Atma Jaya juga memperhatikan prinsip sustainability lainnya dengan menyediakan layanan drinking water fountain yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh Komunitas Atma Jaya. Sehingga penggunaan botol minum/tumbler akan lebih banyak dan dapat mengurangi limbah plastik. Pengurangan limbah plastik adalah salah satu langkah kecil yang dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan di masa depan," paparnya.

Baca juga : Kejagung Sita Aset Dua Mantan Direksi PT Timah

Dosen Farmasi Unika Atma Jaya ini meyakini pihaknya terus menjaga komitmen keberlanjutan yang digaungkan Pemerintah.

"Dalam jangka waktu panjang, Unika Atma Jaya akan terus berupaya menghadirkan inisiatif baru yang mendukung prinsip keberlanjutan dan semakin berdampak luas bagi masyarakat dan bumi," pungkas Retno.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.