Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Hadapi Berbagai Tantangan, ALFI Pede Industri Logistik Tetap Kuat
Kamis, 26 Desember 2024 15:59 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) mengaku tetap optimistis, meskipun menghadapi banyak tantangan ekonomi.
Ketua Dewan Penasihat ALFI Yukki Nugrahawan Hanafi mengaku percaya diri alias pede, peluang usaha logistik nasional tetap potensial di tahun depan.
Yukki mengatakan, tantangan seperti daya beli domestik atau konsumsi masyarakat masih menjadi risiko akibat kebijakan-kebijakan di akhir tahun ini, seperti kenaikan PPN 12 persen dan UMP 6,5 persen.
"Kami optimis bahwa belanja Pemerintah bisa menjadi pendorong utama bagi perekonomian nasional untuk menjaga tingkat pertumbuhan sesuai asumsi," kata Yukki, di Jakarta, Rabu (25/12/2024).
Yukki yang juga Ketua Regional Asia Pasifik International Federation of Freight Forwarders Association (FIATA) ini menilai, adanya tiga faktor utama yang mempengaruhi perekonomian global dan domestik tahun depan.
Pertama, perang dagang yang dipicu oleh kebijakan pengetatan impor Amerika Serikat (AS) melalui kenaikan tarif impor oleh pemerintahan baru Donald Trump.
Baca juga : Sixers Jatuh, Tertimpa Tangga
Kedua, pemangkasan suku bunga The Fed yang lebih rendah dari ekspektasi pasar. Ketiga, intensitas ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mempengaruhi rantai pasokan global dan harga komoditas.
Selain itu, Yukki juga mengingatkan adanya potensi disrupsi supply chain global, termasuk pergeseran pusat produksi dan logistik.
Negara-negara ASEAN mulai dilirik sebagai alternatif pusat produksi untuk pasar global. Indonesia sebagai ekonomi terbesar di ASEAN memiliki peluang besar.
"Ketika dunia melihat ASEAN sebagai pusat ekonomi baru, kita harus memanfaatkan peluang ini dengan sebaik-baiknya," ujarnya.
Selain itu, kata Yukki, kelanjutan program hilirisasi serta peningkatan investasi hijau dapat menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2025. Begitu juga Energi Baru Terbarukan (EBT), infrastruktur hijau, dan teknologi digital akan memainkan peran penting.
"Kami juga melihat peluang besar pada pembangunan infrastruktur, termasuk rencana Pemerintah untuk membangun 3 juta rumah, serta program ketahanan pangan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat," jelasnya.
Baca juga : Aturan Upah Minimum Berubah Lagi, Industri Sepatu Babak Belur
Yukki menambahkan, untuk mencapai target pertumbuhan, Pemerintah juga harus mendukung daya beli masyarakat, khususnya kelas menengah, yang selama ini menyumbang lebih dari setengah PDB nasional.
Berbagai insentif diperlukan untuk menggairahkan konsumsi masyarakat dan meningkatkan belanja mereka.
Yukki juga berharap agar perusahaan logistik nasional tidak perlu khawatir berlebihan tapi seharusnya memanfaatkan peluang yang ada.
Dirinya melihat perusahaan logistik Indonesia bisa memperbesar pangsa pasarnya sebagai dampak dari isu geopolitik dan perang dagang global.
Apalagi, isu perang dagang akan mendorong investasi asing di Indonesia, meningkatkan produksi nasional, dan akan mendorong pertumbuhan volume ekspor.
Hal ini menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk menarik lebih banyak investasi asing, sekaligus memberikan kesempatan bagi perusahaan logistik Indonesia untuk berkembang.
Baca juga : Hadapi Tantangan Global, Yayasan Upaya Indonesia Damai Serukan Tri Hita Karana
"Permintaan yang lebih besar terhadap produk Indonesia dapat meningkatkan volume ekspor kita secara signifikan, yang tentu saja akan menguntungkan pelaku usaha logistik nasional," ungkapnya.
Dia juga menyampaikan bahwa peningkatan permintaan ini akan mendorong pertumbuhan industri lokal.
Dengan permintaan yang lebih tinggi, industri lokal akan berkembang, dan investasi asing akan semakin meningkat.
Namun, Yukki mengingatkan Pemerintah perlu memastikan perusahaan-perusahaan lokal, termasuk penyedia jasa logistik, turut mendapatkan manfaat dari peningkatan investasi asing.
"Kami menyambut baik investasi asing, tapi harapannya perusahaan nasional juga bisa terlibat lebih banyak. Pemerintah perlu memastikan bahwa investasi asing ini dapat memberi manfaat yang lebih besar bagi bisnis logistik Indonesia," ucapnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya