Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah dibuka di posisi Rp 16.115 per dolar AS pada perdagangan Selasa pagi (31/12). Mata uang Garuda menguat 0,17 persen dibandingkan penutupan sebelumnya Rp 16.143 per dolar AS.
Penguatan rupiah sejalan dengan tren positif sejumlah mata uang Asia lainnya. Peso Filipina tercatat menguat 0,21 persen, ringgit Malaysia naik 0,22 persen, dolar Singapura 0,13 persen, yen Jepang 0,27 persen, dan dolar Hong Kong bertambah 0,02 persen. Namun, won Korea Selatan dan baht Thailand masing-masing melemah 0,05 persen.
Baca juga : Rupiah Menguat Ke Posisi Rp 16.186
Mata uang negara maju juga menunjukkan penguatan. Poundsterling Inggris menguat 0,06 persen, dolar Australia naik 0,12 persen, euro Eropa 0,02 persen, dolar Kanada 0,08 persen, dan franc Swiss menguat 0,09 persen.
Meski dibuka menguat, analis pasar uang Lukman Leong memproyeksikan rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini. Pelemahan ini didorong oleh data ekonomi penjualan rumah di Amerika Serikat (AS) yang dirilis lebih kuat dari ekspektasi.
Baca juga : Pasca Libur Natal, Rupiah Masih Loyo Di Level Rp 16.215
Berdasarkan kondisi tersebut, Lukman memprediksi rupiah akan bergerak di kisaran Rp 16.100-Rp 16.200 per dolar AS sepanjang hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya