Dark/Light Mode

20 Tahun Untuk Quantum Leap

Kamis, 19 Desember 2024 06:25 WIB
SUPRATMAN
SUPRATMAN
Wartawan Senior

RM.id  Rakyat Merdeka - Enam puluh hari setelah dilantik, bagaimana kinerja Kabinet Merah Putih?

Dari 48 menteri serta puluhan wakil menteri yang dilantik pada 20 Oktober 2024, secara umum ada yang dinilai sangat memuaskan, memuaskan, bagus, ada yang sedang-sedang saja, ada juga yang sangat biasa. Ada menteri yang popular, ada pula yang namanya jarang terdengar.

Jarang terdengar bukan berarti tidak bekerja. Bisa juga, jarang terdengar karena memang prinsipnya ingin “bekerja dalam diam” namun tiba-tiba, tanpa ter deteksi, lahir gebrakan-gebrakan hebat.

Para menteri atau pejabat yang sekarang menjabat, tentu saja orang-orang pilihan dari sekian banyak tokoh yang juga berpotensi menjadi menteri. Serta, tentu saja, tokoh pilihan dari 275 juta rakyat Indonesia. Bukan tokoh sembarangan.

Karena itu, sebagai rakyat, kita berharap, para menteri dan para pejabat bukan hanya sekadar menjadi yang terbaik, tapi juga melakukan banyak gebrakan dan lompatan-lompatan hebat. Bukan hanya lompatan sekali dua kali, melainkan tiga empat kali. Quantum leap.

Baca juga : Keadilan, Bukan Karena Sensasi

Kenapa ini sangat dibutuhkan dan perlu “dituntut”? Karena, tokohtokoh terbaik tersebut menjadi tonggak penting menuju Indonesia Emas 2045.

Mereka sekarang memegang kemudi: apakah Indonesia akan berjalan mundur, maju tapi sangat pelan, atau berlari kencang menuju terminal 2045.

2045, seratus tahun Indonesia merdeka, dicanangkan sebagai Indonesia Emas. Tak terasa, itu artinya 20 tahun lagi. Apakah cita-cita itu akan tercapai? Harapannya jelas: tercapai. Sukses dan lancar. Bangsa ini bisa memotong jarak dan mengalahkan waktu yang kian mepet.

Namun, tak ada salahnya kita menengok ke belakang, 20 tahun yang lalu, yakni durasi yang sama dengan 20 tahun ke depan. Kata orang, 20 tahun lalu “rasanya baru kemarin”.

Capaian serta lompatan apa yang sudah dilahirkan selama 20 tahun terakhir di bidang ekonomi, politik, pen didikan, pengentasan kemiskinan, demokrasi, pemberantasan korupsi dan sebagainya? Dari situlah kita bisa mem prediksi Indonesia Emas, 20 tahun ke depan.

Baca juga : Uniknya Politik Biaya Tinggi

Kalau optimis, oke, Bagus. Kalau ada yang menilai bahwa butuh kerja keras yang luar biasa, juga sangat beralasan. Butuh lompatan bukan hanya sekali dua kali, melainkan berkalikali, sama dengan lompatan teknologi yang sangat ekstra cepat.

Kita ingat, hampir 20 tahun lalu, di tahun 2005, Nokia meluncurkan N series dengan N70-nya yang sangat keren pada saat itu. Rasanya baru kemarin Nokia menguasai pasar ponsel. Sekarang, Nokia bahkan sudah lama almarhum.

Di tahun 2005, ada juga peristiwa Presiden SBY mengadakan pertemuan dengan PM Malaysia Abdullah Ahmad Badawi untuk menyelesaikan masalah TKI ilegal.

Sekarang, TKI Indonesia sudah eng gan bekerja di Malaysia dan lebih memilih negara-negara di luar ASEAN. Penggantinya, TKI asal Bangladesh.

Sekarang, Malaysia yang justru merindukan TKI Indonesia, antara lain karena kesamaan budaya dan bisa beradaptasi.

Baca juga : Jangan Sampai Kosong Panutan

Banyak peristiwa atau problem 20 tahun lalu yang bisa terulang, atau bahkan bisa mundur, kalau bangsa ini tidak melakukan lompatan-lompatan luar biasa.

Karena itulah, bangsa ini membutuhkan para menteri, pejabat, “orangorang yang sudah selesai dengan dirinya sen diri”, serta penentu kebijakan ekonomi politik yang bisa melakukan quantum leap, melompat cepat dengan dampak signifikan. Kita mencari tokoh-tokoh negarawan, ekonomi atau politik, yang bukan hanya memikirkan lima tahun ke depan, tapi 20 tahun ke depan dan seterusnya.

Hari ini, tepat enam puluh hari setelah dilantik, bagaimana kinerja Kabinet Merah Putih? Adakah yang sudah punya pijakan kuat untuk melakukan quantum leap?

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.