Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jadi Anggota Penuh BRICS, Jalan Indonesia Menuju Negara Berpendapatan Tinggi
Rabu, 8 Januari 2025 07:21 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia secara resmi diumumkan sebagai anggota penuh dalam kelompok BRICS, pada 6 Januari 2025. BRICS terdiri dari negara-negara berkembang seperti Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan. Indonesia menjadi negara ke-10 anggota penuh BRICS.
Pakar Hukum Bisnis dan Perdagangan Internasional Prof. Dr. Ariawan Gunadi, M.H menuturkan, menjadi anggota penuh BRICS memberikan peluang strategis bagi Indonesia untuk memperluas akses ke pasar negara-negara berkembang yang dinamis, sekaligus mendiversifikasi mitra dagang.
“Langkah ini dapat mengurangi ketergantungan Indonesia pada pasar tradisional seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa, yang selama ini mendominasi arus perdagangan internasional Indonesia," kata Ariawan, Selasa (7/1/2025).
Menurut Ariawan negara-negara anggota BRICS, seperti China dan India, dikenal memiliki kapasitas investasi yang sangat besar yang diarahkan untuk mempercepat pembangunan sektor-sektor strategis di Indonesia, termasuk infrastruktur energi dan transportasi, yang menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi.
Baca juga : RI Resmi Jadi Anggota Penuh BRICS, Sepaket Tantangan Dan Manfaat
"Pembangunan tersebut tidak hanya berkontribusi pada peningkatan produk domestik bruto (PDB) tetapi juga menciptakan lebih banyak lapangan kerja, yang menjadi salah satu kebutuhan mendasar dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Guru Besar Universitas Tarumanagara ini mengatakan bergabungnya Indonesia ke dalam kelompok ekonomi BRICS dapat menjadi batu loncatan strategis untuk mencapai status sebagai negara berpendapatan tinggi (high-income country).
Diungkap Ariawan, World Bank baru-baru ini memperbarui kriteria penggolongan pendapatan negara untuk tahun 2025, dengan menetapkan bahwa sebuah negara diklasifikasikan sebagai negara berpendapatan tinggi apabila PDB per kapita negara tersebut melampaui angka US$ 14,005.
“Saat ini, berdasarkan pembaruan terakhir pada Juli 2023, Indonesia masih berada dalam kategori negara berpendapatan menengah atas (upper-middle-income-country)," bebernya.
Baca juga : Erick Thohir: Pelatih Timnas Indonesia Berasal Dari Belanda
Meski demikian peluang tersebut tidak terlepas dari berbagai tantangan yang perlu diantisipasi secara matang. Salah satu tantangan utama adalah potensi persaingan dengan industri dari negara anggota BRICS lainnya.
Selain itu, hubungan Indonesia dengan mitra dagang tradisional juga perlu dijaga agar tidak menimbulkan ketegangan yang dapat berdampak negatif terhadap perekonomian.
Indonesia dihadapkan pada tantangan besar, yaitu mempertahankan pertumbuhan ekonomi rata-rata sekitar 7 persen per tahun selama periode 15 hingga 20 tahun mendatang.
Tantangan ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen pada 2029.
Baca juga : Wow Keren, Kebijakan Hilirisasi Indonesia Jadi Inspirasi Negara Asia Dan Afrika
"Dalam konteks ini, keanggotaan Indonesia di BRICS menawarkan peluang besar untuk mengatasi hambatan struktural yang selama ini menjadi penghalang, seperti jebakan pendapatan menengah atau middle-income-trap," ujarnya.
Seperti diketahui keputusan Indonesia untuk bergabung dengan BRICS bukan hanya merupakan langkah diplomatik semata, melainkan juga mencerminkan konsistensi negara dalam menerapkan prinsip politik luar negeri yang bebas aktif, yang termaktub dalam Undang-Undang Nomor 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri.
Dalam konteks ini, keputusan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam menciptakan tatanan ekonomi global yang lebih adil dan berimbang.
Melalui langkah ini, Indonesia tidak hanya berusaha untuk memperkuat posisi geopolitiknya, tetapi juga memperluas kontribusinya dalam memajukan kerja sama internasional yang mengutamakan kemitraan yang saling menguntungkan, yang mendorong perubahan positif dalam sistem perekonomian dunia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya