Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
TKDN Industri Kesehatan Meningkat Pesat
Luhut: Sedih, Saat Covid Bahan Parasetamol Impor
Kamis, 16 Januari 2025 07:00 WIB
Sebelumnya
“Saat awal pandemi Covid-19, TKDN di industri kesehatan hanya 8 persen. Namun, seiring meningkatnya kebutuhan alkes dan farmasi, angka ini terus naik dan hampir mencapai 50 persen,” ujar Rizka.
Meski demikian, Rizka mengakui, untuk beberapa jenis obat, bahan bakunya masih harus diimpor karena belum bisa diproduksi di dalam negeri.
Baca juga : UMKM Butuh Pelatihan Skill Pemasaran Digital
Menurutnya, harga menjadi tantangan dalam produksi di dalam negeri. Jika produksi sendiri, harganya masih lebih mahal dibandingkan membeli dari Malaysia.
“Kami sedang mencari penyebabnya. Komponen mana yang membuat harga obat produksi lokal lebih tinggi. Ini akan kami perbaiki,” katanya.
Baca juga : Setan Merah Incar Kursi Empat Besar
Dia menambahkan, Pemerintah terus mendorong penguatan ekosistem produk dalam negeri untuk industri kesehatan.
Dengan demikian, pasar lokal akan terbentuk dan produsen lebih termotivasi untuk membuat produk lokal karena meningkatnya permintaan.
Baca juga : Sabalenka Hentikan Maniero
“Jika serapan produk dalam negeri tinggi, banyak pengusaha akan memproduksi barang di Indonesia daripada mengimpor dan menjualnya. Yang terpenting, harga dan kualitas harus bisa bersaing dengan produk impor,” jelas Rizka. NOV
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Kamis, 16 Januari 2025 dengan judul "TKDN Industri Kesehatan Meningkat Pesat, Luhut: Sedih, Saat Covid Bahan Parasetamol Impor"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya