Dark/Light Mode

Di Acara World Economic Forum

Menteri Rosan Beberkan Potensi Investasi Hilirisasi

Sabtu, 25 Januari 2025 07:10 WIB
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani (kanan) memberikan cenderamata kepada Kepala Urusan Ekonomi, Pendidikan dan Penelitian Federal (EAER ), Federal Councillor Guy Parmelin usai membahas potensi pasar Indonesia untuk sektor energi terbarukan dan keamanan pangan di sela-sela acara World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss. Foto : INSTAGRAM
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani (kanan) memberikan cenderamata kepada Kepala Urusan Ekonomi, Pendidikan dan Penelitian Federal (EAER ), Federal Councillor Guy Parmelin usai membahas potensi pasar Indonesia untuk sektor energi terbarukan dan keamanan pangan di sela-sela acara World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss. Foto : INSTAGRAM

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah menegaskan komitmennya terus mendorong hilirisasi komoditas unggulan. Sebab, hilirisasi diyakini dapat memberi kontribusi untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang telah dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Hal itu disampaikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani dalam diskusi panel bertajuk Leading the Way: A Path to the Vision of Golden Indonesia 2045 di Paviliun Indonesia, di ajang World Economic Forum (WEF) 2025 di Davos, Swiss, Rabu (23/1/2025).

“Kenapa hilirisasi sangat penting untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen? Karena dalam 2–3 tahun terakhir, investasi di sektor hilirisasi menyumbang 22–23 persen dari total investasi di Indonesia,” ungkap Rosan dikutip dari keterangan resmi Kementerian Investasi, Jumat (24/1/2025).

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat ini menyebut, peningkatan nilai ekspor produk nikel sebagai salah satu hasil nyata dari hilirisasi. Pada 2017, ekspor nikel mencapai 3,3 miliar dolar AS. Sedangkan pada 2024, nilai ekspor produk turunan nikel melonjak menjadi 30,4 miliar dolar AS.

“Selain itu, kami menciptakan lebih banyak lapangan kerja berkualitas,” tambahnya.

Baca juga : Layani Pemudik Lebaran Utamakan Keselamatan

Rosan menjelaskan, kebijakan pengaturan ekspor nikel telah berdampak pada industrialisasi dalam negeri, peningkatan nilai tambah, serta pembukaan lapangan kerja baru.

Di samping itu, ia memaparkan peluang investasi di sektor energi hijau. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi energi terbarukan hingga 3.700 gigawatt (GW) dari tenaga surya, angin, gelombang laut, hidro, dan geotermal.

Selain sektor energi, Rosan juga menyoroti hilirisasi di bidang perikanan dan kelautan, seperti pemanfaatan rumput laut.

Wakil Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/Wakil Kepala Bappenas (Badan Perencanaan Nasional) Febrian Alphyanto Ruddyard, yang turut menjadi narasumber, menekankan pentingnya memanfaatkan bonus demografi.

“2025 sangat penting bagi Indonesia, tidak hanya karena menjadi momen centennial (100 tahun). Tetapi karena bonus demografi yang jika tidak dimanfaatkan dengan baik, tidak akan pernah terulang lagi,” ujar Febrian.

Baca juga : Jakarta Darurat Pos Dan Petugas Damkar

Untuk itu, Pemerintah Indonesia telah merancang strategi transformasi nasional berbasis tiga pilar: sosial, ekonomi, dan Pemerintahan.

Transformasi sosial difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan berbasis science, technology, engineering, art, and mathematics (STEAM) serta penguatan pendidikan vokasi.

Transformasi ekonomi diarahkan untuk menciptakan sektor-sektor pertumbuhan baru, seperti industri hijau dan ekonomi digital.

“Sementara itu, transformasi Pemerintahan ditujukan untuk membangun iklim investasi yang kondusif melalui penyederhanaan regulasi, termasuk penerapan Omnibus Law,” tambah Febrian.

Pemerintah juga mencanangkan delapan strategi prioritas (8 Plus 1 Strategies) dalam mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Baca juga : The Citizens Siap Lumat Pasukan Biru

Strategi tersebut mencakup peningkatan produktivitas sektor agrikultur untuk swasembada pangan, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), serta percepatan transformasi digital dan investasi energi terbarukan.

“Dengan strategi ini, kami optimistis bisa merealisasikan visi Indonesia Emas 2045,” pungkas Febrian. NOV

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 7, edisi Sabtu, 25 Januari 2025 dengan judul "Di Acara World Economic Forum Menteri Rosan Beberkan Potensi Investasi Hilirisasi"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.