Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ekonomi Di Posisi 8 Dunia, Pelaku Usaha Yakin Ekonomi Bakal Terus Tumbuh
Kamis, 6 Februari 2025 20:32 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pelaku usaha menyambut baik laporan Dana Moneter Internasional (IMF) yang menyebut ekonomi Indonesia di peringkat ke-8 dalam daftar ekonomi global berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB). Investasi diyakini akan terus bertambah, ekonomi bakal terus tumbuh.
"Apa yang menjadi laporan IMF sangat positif untuk Indonesia. Mengingat, IMF merupakan lembaga moneter internasional yang menjadi salah satu barometer atau rujukan investor terhadap sebuah negara," kata Ketua Umum BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Akbar Himawan, kepada Rakyat Merdeka, Rabu (5/2/2025).
Hanya saja, kata Akbar, tidak ada yang baru sebenarnya. Laporan IMF tahun 2022 juga menyebut Indonesia berada di posisi ketujuh dalam hal ekonomi terbesar di dunia.
Tapi, Akbar dan pelaku usaha Hipmi yakin, ekonomi akan terus tumbuh setiap tahunnya. Keyakinan ini sesuai dengan prediksi Bank Indonesia (BI) dalam dua tahun ke depan.
"Pada 2025 ekonomi kita akan tumbuh di rentang 4,7 hingga 5,5 persen, dan di tahun berikutnya diprediksi berada di kisaran 4,8 sampai 5,5 persen," ujarnya.
Terlebih, Presiden Prabowo Subianto juga mengupayakan agar ekonomi kita tembus di angka 8 persen. Hal ini bukan target yang mustahil jika dibarengi sinergi seluruh pelaku ekonomi.
Baca juga : Kebijakan Gas Murah Dukung Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Namun, Indonesia juga perlu mewaspadai dinamika ekonomi global. Kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan membuat perdagangan dunia berbeda dari era Joe Biden.
"Alhamdulillah, kita sudah menjadi anggota Brazil, Russia, India, China, and South Africa (BRICS), sehingga bisa mengakses pasar yang lebih luas. Yakni 3,5 miliar jiwa atau 42 persen populasi dunia," tuturnya.
Dengan menjadi bagian BRICS, Indonesia juga bisa mengurangi ketergantungan terhadap ekonomi barat. Terlebih, tiga besar raksasa ekonomi yang dirilis IMF, dua di antaranya merupakan BRICS.
Deputi Gubernur BI Aida S Budiman menyampaikan, ekonomi Indonesia akan terus tumbuh. Prediksi BI, dalam dua tahun ke depan, yakni pada 2025 akan mencapai 4,7-5,5 persen, turun dari proyeksi sebelumnya. Namun pada 2026 meningkat menjadi kisaran 4,8-5,5 persen.
“plPertumbuhan ekonomi kita akan tumbuh terus, sumbernya dari konsumsi, investasi, dan bagaimana kinerja ekspor. Bahkan dalam jangka menengah, positifnya ada menunjukan tren peningkatan,” kata Aida.
Meski begitu, Aida mengungkapkan, kewaspadaan perlu dilakukan mengingat kondisi global masih tidak pasti. Namun kuncinya adalah sinergi agar terjadi transformasi ekonomi nasional.
Baca juga : Guncangan Ekonomi & Target Tumbuh 8 Persen
Indonesia mencatat pencapaian luar biasa sebagai salah satu ekonomi terbesar dunia pada tahun 2024.
Berdasarkan data IMF, ekonomi Indonesia kini berada di peringkat ke-8 dalam daftar ekonomi global berdasarkan PD yang disesuaikan dengan paritas daya beli (PPP).
Prestasi ini sekaligus menempatkan Indonesia di atas dua negara maju, Prancis dan Inggris.
China tetap memimpin sebagai ekonomi terbesar dunia dengan PDB mencapai 37,07 triliun dolar AS (sekitar Rp 600 kuadriliun), diikuti oleh AS dengan 29,17 triliun dolar AS (Rp 472,2 kuadriliun).
India berada di posisi ketiga dengan 16,02 triliun dolar AS (Rp 259,3 kuadriliun), diikuti Rusia dan Jepang di peringkat keempat dan kelima dengan masing-masing 6,91 triliun dolar AS (Rp 111,8 kuadriliun) dan 6,57 triliun dolar AS (Rp 106,3 kuadriliun).
Di posisi keenam dan ketujuh terdapat Jerman (6,02 triliun dolar AS) dan Brazil (4,7 triliun dolar AS), sementara Indonesia mengamankan peringkat ke delapan, dengan PDB sebesar 4,66 triliun dolar AS atau sekitar Rp 75,4 kuadriliun.
Baca juga : Prof Didik: Industri Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Prestasi ini semakin menonjol karena Indonesia berhasil mengungguli Prancis dan Inggris, yang masing-masing mencatat PDB sebesar 4,36 triliun dolar AS (Rp 70,5 kuadriliun) dan 4,28 triliun dolar AS (Rp 69,2 kuadriliun).
Capaian ini menandai tonggak penting bagi Indonesia sebagai salah satu negara berkembang yang berhasil menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang konsisten, bahkan di tengah tantangan global seperti pandemi dan ketidakpastian ekonomi.
Pencapaian Indonesia ini tidak lepas dari kontribusi sektor manufaktur, ekspor komoditas, dan peningkatan investasi asing.
Kebijakan pemerintah yang pro-pertumbuhan, termasuk pengembangan infrastruktur dan insentif investasi, turut memperkuat posisi Indonesia di kancah global.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya