Dark/Light Mode

Singapore Airlines Gandeng Aether Fuels Untuk Gunakan Bahan Bakar Ramah Lingkungan

Senin, 10 Februari 2025 22:03 WIB
Ilustrasi (Istimewa)
Ilustrasi (Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Singapore Airlines Group (SIA) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Aether Fuels (Aether), perusahaan teknologi iklim, untuk mendapatkan pasokan bahan bakar penerbangan berkelanjutan murni (SAF).

Kerja sama ini mendukung ambisi SIA untuk mencapai emisi karbon nol pada tahun 2050.

Dalam perjanjian tersebut, SIA Group berkomitmen membeli SAF murni selama lima tahun setelah pabrik Aether mulai beroperasi secara komersial, dengan opsi perpanjangan lima tahun.

SAF murni ini akan dicampur dengan bahan bakar jet konvensional sebelum didistribusikan ke bandara yang dilayani oleh Singapore Airlines dan Scoot.

Baca juga : PGN dan Aerotrans Perluas Penggunaan BBG untuk Transportasi Ramah Lingkungan

Aether akan menggunakan teknologi inovatif Aether Aurora™ dalam produksi SAF, memanfaatkan limbah karbon sebagai bahan baku.

Teknologi ini diklaim lebih efisien dibandingkan metode yang ada, dengan biaya modal lebih rendah dan kapasitas produksi lebih tinggi.

Chief Sustainability Officer Singapore Airlines Lee Wen Fen menyatakan bahwa kemitraan ini merupakan langkah strategis dalam upaya dekarbonisasi jangka panjang maskapai.

“Kolaborasi dengan mitra ekosistem seperti Aether membantu kami mempercepat adopsi SAF dalam operasional penerbangan, membangun fondasi bagi masa depan perjalanan udara yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.

Baca juga : Yadea: Pelopor Revolusi Kendaraan Listrik Di Indonesia, Membuka Era Baru dengan Teknologi Canggih dan Ramah Lingkungan

Aether Fuels sendiri didirikan pada tahun 2022 oleh Xora, perusahaan ventura teknologi yang didukung oleh Temasek.

Perusahaan ini telah memperluas operasinya ke Asia Tenggara dan memiliki pusat penelitian di Chicago.

Pabrik produksinya yang akan datang di Amerika Serikat dan Asia Tenggara akan menghasilkan SAF bersertifikat CORSIA, dengan target pengurangan emisi gas rumah kaca minimal 75 persen.

CEO Aether Fuels Conor Madigan, menyambut baik kemitraan ini dan menilai SIA Group sebagai pemimpin dalam inovasi SAF. 

Baca juga : Gobel: Jepang Siap Bantu Indonesia Bangun 3 Juta Rumah Ramah Lingkungan

“Tujuan dekarbonisasi SIA menginspirasi inovasi dalam rantai pasok dan mendorong solusi produksi yang menggabungkan teknologi terobosan dengan strategi bahan baku generasi berikutnya,” kata Madigan.

Dukungan untuk Inovasi SAF di Singapura Managing Partner & Chief Investment Officer Xora, Phil Inagaki, menekankan bahwa Singapura memiliki lingkungan yang kondusif bagi inovasi teknologi. 

“Teknologi Aurora™ kami memungkinkan produksi SAF dengan bahan baku yang fleksibel dan dapat terukur. Kolaborasi ini mencerminkan komitmen bersama untuk mempercepat inovasi dan adopsi SAF,” jelasnya.

Kerja sama ini menandai langkah penting dalam upaya industri penerbangan mengurangi dampak lingkungan, sejalan dengan target global untuk penerbangan berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.