Dark/Light Mode

Menkeu: APBN Instrumen Penting Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

Selasa, 11 Februari 2025 20:57 WIB
Menkeu Sri Mulyani dan Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi pada acara Mandiri Investment Forum 2025 di Jakarta, Selasa (11/2/2025).
Menkeu Sri Mulyani dan Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi pada acara Mandiri Investment Forum 2025 di Jakarta, Selasa (11/2/2025).

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) memiliki peran sentral dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat sekaligus berfungsi sebagai shock absorber di tengah dinamika perekonomian global. Oleh karena itu, pengelolaan APBN yang sehat dan berkelanjutan menjadi prioritas utama pemerintah.

“Saya selalu katakan bahwa APBN benar-benar hadir dalam banyak aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memastikan APBN tetap sehat dan andal sehingga dapat terus memainkan peran strategisnya,” ujar Sri Mulyani dalam acara Mandiri Investment Forum 2025 di Jakarta, Selasa (11/2).

Menkeu menyebutkan, APBN menjadi instrumen efektif dalam mendukung kesejahteraan rakyat melalui tiga aspek utama: meningkatkan penerimaan, memastikan belanja yang berkualitas, dan mendorong pembiayaan inovatif.

Baca juga : Peringati Bulan K3, Inilah Cara Nawakara Tingkatkan Keamanan Di Tempat Kerja

Di sisi penerimaan, pemerintah terus melakukan reformasi perpajakan guna meningkatkan pendapatan negara. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pengembangan sistem perpajakan digital seperti Coretax dan CEISA.

“Kami memahami ada tantangan dalam implementasi Coretax, tetapi kami akan terus meningkatkannya. Dengan lebih dari 8 miliar transaksi, membangun sistem perpajakan digital yang andal bukanlah hal mudah. Namun, kami berkomitmen untuk memastikan sistem ini semakin baik guna memudahkan wajib pajak dalam memenuhi kewajibannya,” jelas Menkeu.

Selain itu, Kementerian Keuangan juga mendapat arahan dari Presiden untuk memperkuat penerimaan pajak dengan menekan kebocoran, penggelapan, dan penghindaran pajak. Integrasi data antara pajak, bea cukai, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) menjadi fokus utama guna menciptakan sistem perpajakan yang lebih transparan dan efisien.

Baca juga : Lestari Moerdijat: Pers Yang Berintegritas Wujudkan Kemandirian Bangsa

Di sisi belanja negara, pemerintah menekankan pentingnya efisiensi dan efektivitas dalam penggunaan anggaran. Presiden Prabowo telah memberikan arahan agar belanja pemerintah lebih bersih, efisien, dan tepat sasaran dalam melayani kebutuhan masyarakat.

“Belanja yang berkualitas sangat krusial dalam memastikan program pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat,” ujar Sri Mulyani.

Selain itu, pembiayaan inovatif juga menjadi bagian dari strategi APBN dalam mendorong pembangunan berkelanjutan. Pemerintah mengoptimalkan kemitraan publik-swasta (PPP) serta pemanfaatan BUMN untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca juga : Menhan Sjafrie & Menhan AS Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Via Telepon

Pemerintah juga menargetkan pertumbuhan ekonomi 8 persen, sesuai dengan visi Presiden Prabowo untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

“Untuk mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi, tidak bisa hanya menggunakan beberapa instrumen,” ujarnya.

Menurut dia, yang terpenting adalah meningkatkan produktivitas. Pihaknya akan menggunakan semua kebijakan dan instrumen agar kami mampu terus mendukung pertumbuhan dengan kualitas yang lebih baik, pemerataan, dan terutama dalam mencapai berbagai prioritas dan tujuan nasional kita,” ujar Menkeu.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.