Dark/Light Mode

Kunjungan 39 Pebisnis Australia Berbuah Manis, Indonesia Disuntik Ratusan Miliar

Jumat, 14 Februari 2025 21:21 WIB
Pertemuan 39 pemimpin bisnis dari 27 perusahaan dan firma investasi terkemuka Australia dengan Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono.
Pertemuan 39 pemimpin bisnis dari 27 perusahaan dan firma investasi terkemuka Australia dengan Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kunjungan 39 pemimpin bisnis dari 27 perusahaan dan firma investasi terkemuka Australia ke Indonesia pada 10-13 Februari 2025 berbuah manis. Ada tiga investasi strategis bernilai ratusan miliar rupiah yang akan dikucurkan ke Indonesia. 

Dalam keterangan tertulis Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Kamis (13/2/2025), investasi tersebut mencakup pembukaan kampus Western Sydney University di Surabaya, Jawa Timur, komitmen investasi senilai 8 juta dolar AS (Rp 130 miliar) dari Australian Development Investments untuk strategi iklim AC Ventures, serta kemitraan antara Orica dan Trifita Perkasa untuk pembangunan pabrik senilai 20 juta dolar Australia (Rp 205,7 miliar) di Kalimantan Timur.

Ketiga investasi ini diproyeksikan akan menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi tenaga terampil di Indonesia, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor antara kedua negara.

Baca juga : Pertamina Dinobatkan Perusahaan Terbaik di Indonesia versi Majalah TIME

Dalam pernyataannya, Kuasa Usaha Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, menegaskan bahwa misi investasi ini merupakan bagian dari strategi ekonomi Australia yang lebih luas di kawasan Asia Tenggara.

“Australia sedang meningkatkan peran di kawasan ini di bawah Invested: Australia’s Southeast Asia Economic Strategy to 2040, termasuk melalui misi-misi seperti ini, yang sangat penting bagi kedua negara kita,” ujar Gita.

Ia juga menyoroti bahwa hubungan perdagangan dan investasi Australia dengan Indonesia semakin kuat berkat kerja sama lima tahun terakhir melalui Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA).

Baca juga : Western Sydney University Australia Buka Kampus Di Surabaya

Dalam lawatannya ke Indonesia, delegasi bisnis Australia menghadiri Mandiri Investment Forum, yang diikuti dengan pemaparan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara Kartika Wirjoatmodjo.

Selain itu, mereka juga bertemu dengan Indonesia Investment Authority (IINA), Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Indonesia Business Council, serta sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono.

Salah satu pemimpin delegasi, Jennifer Westacott, yang merupakan Australia’s Business Champion for Indonesia, menekankan pentingnya Indonesia sebagai destinasi investasi bagi pelaku usaha Negeri Kanguru.

Baca juga : Capai Target Pertumbuhan 8 Persen, Indonesia Butuh Investasi 60 Miliar Dolar AS

“Saya merasa terhormat memimpin misi ini, karena Indonesia merupakan negara dengan ekonomi yang terus berkembang dan para investor Australia memahami bahwa saat ini adalah saat yang tepat untuk berinvestasi di Indonesia,” ungkapnya.

Australia saat ini tercatat sebagai sumber investasi asing langsung (FDI) terbesar ke-11 di Indonesia. Pada tahun 2024, investasi Australia ke Indonesia tumbuh sebesar 34 persen.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.