Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Wajah Bisnis Properti Bogor Yang Dinamis Dalam Buku Wayan Anak Bali
Minggu, 16 Februari 2025 11:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dinamisnya pertumbuhan pasar properti di Bogor, Jawa Barat terekam dalam buku I Wayan Madik Kesuma, Anak Bali yang melanglang di bisnis properti.
Bogor sebagai kota tetangga Jakarta terus bertumbuh. Kini, kawasan yang terdiri atas Kabupaten Bogor dan Kota Bogor itu dihuni tak kurang dari 6,7 juta jiwa. Praktis membutuhkan hunian.
“Kiprah Wayan menjadi bagian dari wajah bisnis properti di Bogor. Mulai dari satu proyek di Cibinong, Kabupaten Bogor pada 2013 hingga kini berbuah menjadi tiga proyek, menjadi salah satu rekam jejak denyut bisnis properti di Bogor yang terus menggeliat,” ujar Edo Rusyanto, penulis buku, di Sentul, Bogor, Sabtu (15/2/2025).
Buku yang ditulis Edo Rusyanto bersama jurnalis properti, Masykur Hardiansyah itu juga memotret bagaimana kondisi Bogor ketika dihantam pandemi Covid-19.
"Saat pandemi, perusahaan Wayan melakukan inovasi berupa akad kredit dengan konsep drive thru yang efektif menjaga penjualan rumah," ujar Hardiansyah.
Baca juga : Warganet Jempolin Prabowo Yang Peduli Lingkungan Sungai
Menurutnya, konsep tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah kala itu.
Buku setebal 125 halaman dibalut dengan foto artistik itu juga merekam bagaimana permintaan hunian di Bogor yang terus moncer. Mulai dari segmen rumah sederhana hingga menengah atas.
“Kami ada dua segmen, di Graha Laras Sentul untuk harga di atas Rp1 miliar, sedangkan di proyek Dramaga, Geriya Selaras dibanderol Rp400 jutaan,” tutur Wayan.
Pasar properti di Bogor saat pandemi hingga kini, tambah Wayan, tergolong cukup dinamis. Pasar membutuhkan kualitas yang baik dan nyaman, serta lingkungan perumahan yang sehat.
l“Dalam setiap proyek yang kami kembangkan dari mulai proyek perdana kami di Cibinong (Graha Selaras Cibinong) pada 2013 dan hingga saat ini, PT Kesuma Agung Selaras selalu mengedepan unsur aman, nyaman dan menyenangkan," tutur Wayan.
Baca juga : Siswa Yang Gagal Daftar SNBP Harus Ada Solusi
Menurut Wayan, buku memiliki tafsir yang luas. Sehingga dalam setiap pengembangan proyek baru atau produk baru kita selalu memberikan yang terbaik.
Sementara itu, Samuel Hutapea, Associate Director Research & Consultancy Department PT Leads Property Services Indonesia (Leads Property) di kawasan Bogor, dalam rentang 2019– 2024 terdapat sekitar 8,500 unit baru yang diluncurkan oleh para pengembang.
Rumah tapak yang diluncurkan tersebut mencetak penjualan berkisar 93-94 persen.
“Harganya juga mengalami peningkatan. Secara rata- rata, tahun 2019 sebesar Rp800 jutaan, sekarang mencapai Rp1,3 miliar, berarti meningkat sebesar 10 persen per tahun,” tutur Martin di sela peluncuran buku.
Penyebabnya, jelas dia, adalah sudah mulai bermunculan rumah-rumah di atas Rp1 miliar. Bukan sekadar lebar 5 meter tetapi sudah mencapai lebar 12 meter. Namun, pada umumnya, berada di lebar berkisar 5–8 meter.
Baca juga : Buntut Kebijakan Imigrasi Di AS, 2 WNI Yang Ditahan Dalam Keadaan Baik
“Dan, rumah yang ditawarkan ada yang hingga 3 lantai yang bisa memuat 3–4 kamar dan itu laku,” ujarnya.
Di kawasan Sentul, tambah Martin, setidaknya ada sekitar 3.000 unit baru yang diluncurkan sejak pandemi tahun 2020 hingga saat ini. Tingkat penjualan di kawasan Sentul tergolong cukup tinggi, yakni berkisar 70-90 persen.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya