Dark/Light Mode

Wamenag Bertemu Menteri Satryo

Siswa Yang Gagal Daftar SNBP Harus Ada Solusi

Sabtu, 8 Februari 2025 07:20 WIB
Wemenag Romo Muhammad Syafii berkunjung ke kantor Mendiktisaintek, Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro. Foto: Dok. Kemenag
Wemenag Romo Muhammad Syafii berkunjung ke kantor Mendiktisaintek, Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro. Foto: Dok. Kemenag

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i melakukan pertemuan dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro di Kantor Kemendiktisaintek, Jakarta, Jumat (7/2/2025). Pertemuan ini membahas polemik proses seleksi penerimaan mahasiswa baru, termasuk melalui jalur seleksi.

Syafi’i menyoroti sejumlah kendala yang terjadi dalam penerimaan mahasiswa baru tahun ini.

Salah satunya, keterlambatan input data akademik siswa yang mengakibatkan beberapa calon mahasiswa tidak dapat lolos seleksi.

“Kalau memang ada kejelasan nanti kesalahan itu memang dari pihak apanya, orangnya, kita fokuslah. Harus ada solusi karena ini kan menghambat menyiapkan generasi ke depan,” katanya.

Baca juga : 3 KPK Gadungan Dicokok Di Hotel

Syafi’i mengungkapkan, beberapa madrasah masih menghadapi kendala. Termasuk keterlambatan dalam penginputan data siswa ke Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

Situasi ini dapat memengaruhi peluang siswa, khususnya dalam jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Dia mengingatkan pentingnya peran madrasah dalam memastikan siswa dapat mengikuti seleksi dengan optimal.

“Setiap madrasah harus memiliki tanggung jawab penuh terhadap keberlangsungan proses seleksi masuk perguruan tinggi bagi siswanya,” jelasnya.

Baca juga : Top, Laba BSI 2024 Tumbuh Double Digit

Ke depan, Syafi’i mengusulkan agar penerapan sistem digital dalam seleksi mahasiswa baru dilakukan secara penuh, tanpa memberikan opsi manual.

“Pokoknya jangan dikasih opsi lagi ya, e-Rapor saja semua. Jadi tidak membingungkan dan lebih transparan,” imbaunya.

Satryo Soemantri Brodjonegoro menjelaskan, evaluasi sistem seleksi mahasiswa baru akan dilakukan untuk memastikan transparansi dan keadilan bagi seluruh peserta.

Menurutnya, siswa yang telah berjuang selama bertahun-tahun tidak boleh dirugikan oleh kendala administratif.

Baca juga : Indonesia Siap Jadi Pusat Industri Kecantikan Dunia

“Kita harus lihat cara solusi yang terbaik. Bukan karena sistemnya bermasalah lantas mengorbankan siswa yang sudah berjuang,” ujarnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.