Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Union Fintech Luncurkan Union Chain, Bidik Pasar Asia Tenggara
Minggu, 16 Februari 2025 17:32 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Union Fintech, perusahaan fintech berbasis di Singapura, resmi meluncurkan Union Chain, platform blockchain berbasis teknologi ZKsync.
Union Chain didukung oleh berbagai bursa kripto teregulasi dan platform tokenisasi aset dunia nyata (RWA) berlisensi di Asia Tenggara, termasuk Coinhako, INDODAX, Coins.ph, Coins.co.th, InvestaX, dan IXSwap.
Union Chain dirancang untuk menjembatani keuangan tradisional (TradFi) dan dunia kripto, menghubungkan bursa kripto terpusat (CEX) serta pelaku tokenisasi aset berlisensi melalui teknologi blockchain mutakhir. Dengan ekosistem ini, Union Chain membuka peluang pasar dan penggunaan baru bagi aset digital yang telah ditokenisasi.
Union Chain dipimpin oleh Wei Zhou sebagai Chairman (CEO Coins.ph dan mantan CFO Binance) serta Junde Yu sebagai CEO (mantan VP di Cobo dan MD/GM di Data.ai).
Baca juga : Dubes Iran Mohammad Boroujerdi Luncurkan Prangko Bersimbol Dua Negara
Wei Zhou menyatakan, Union Chain hadir untuk menghadirkan likuiditas dan inovasi dalam ekosistem kripto, dengan standar kepatuhan dan keamanan yang tinggi.
Sementara itu, Alex Gluchowski, Co-Inventor ZKsync menyebut, integrasi ZKsync dengan Union Chain merupakan langkah besar dalam evolusi teknologi blockchain, yang akan membantu menjembatani TradFi dan dunia kripto.
Union Chain menawarkan solusi bagi tantangan regulasi, fragmentasi, dan interoperabilitas antara TradFi dan kripto. Dengan lisensi regional, layanan on/off-ramp fiat-kripto, stablecoin lokal, serta jaringan bursa mitra, Union Chain membantu perusahaan dan investor dalam integrasi fiat, distribusi aset digital, dan kepatuhan regulasi.
Beberapa fokus utama pengembangan Union Chain dalam tahap uji coba (testnet) meliputi: Tokenisasi Aset Dunia Nyata (RWA), Adopsi Perusahaan Regional, dan Akses Pasar Luas.
Baca juga : Pertamina Resmi Luncurkan Diesel X, BBM Bersulfur Rendah
Union Chain mengadopsi teknologi ZKsync dan Jaringan Elastis (Elastic Network) untuk memastikan keamanan, kepatuhan, dan skalabilitas dalam ekosistem blockchain. Dengan infrastruktur ZK Stack, lembaga keuangan dapat menerbitkan dan mengelola RWA secara teregulasi dan efisien melalui Union Chain.
Selain itu, integrasi dengan bursa kripto teregulasi akan memungkinkan arus likuiditas lebih lancar antara TradFi dan dunia kripto, serta menawarkan biaya transaksi lebih rendah dan lebih banyak sumber likuiditas bagi investor.
Julian, CEO InvestaX & IXS menekankan, Union Chain akan menghubungkan jutaan pengguna kripto dengan infrastruktur keuangan teregulasi.
Sementara, William Sutanto, Direktur INDODAX menyatakan, Union Chain dapat mendukung pertumbuhan bisnis UKM di Indonesia dan Asia Tenggara melalui solusi pendanaan berbasis RWA.
Baca juga : Ukraina Tunjukkan Komitmen Transparansi Dan Akuntabilitas Di Tengah Perang
Union Chain adalah blockchain Layer 2 inovatif yang menghubungkan TradFi dan kripto dengan ekosistem teregulasi, memungkinkan tokenisasi aset dunia nyata secara aman dan transparan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya