Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
BUMN Gandeng UN Women Dorong Inklusitivitas Perempuan
Kamis, 20 Februari 2025 19:26 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui Srikandi BUMN resmi menjalin kerja sama dengan UN Women dalam upaya memperkuat kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di sektor bisnis.
Nota Kesepahaman (MoU) ditandatangani oleh Perwakilan UN Women untuk Indonesia, Ulziisuren Jamsran, dan Ketua Srikandi BUMN, Fikha Lutfi, di Kantor Kementerian BUMN, Rabu (19/2/2025). MoU ditandatangani perwakilan UN Women untuk Indonesia Ulziisuren Jamsran dan Ketua Srikandi BUMN, Fikha Lutfi.
Deputi Bidang Sumber Daya Manusia, Teknologi dan Informasi Kementrian BUMN Tedi Bharata mengatakan, kerja sama ini untuk mendorong kepemimpinan perempuan menjadi elemen dari transformasi BUMN.
Baca juga : Bertemu Dudung, Bamsoet Dorong Kemandirian Industri Pertahanan Nasional
"Selama ini program-programnya sudah ada, sudah kita lakukan. Terkait dengan talent pool, masuk porsi perempuan. Program, ada komunitas kita ciptakan namanya Srikandi BUMN. Selama beberapa tahun ini sudah banyak sekali program-program (1:07) yang bekerjasama dengan mitra-mitra yang ada," ujar Tedi.
Tedi bilang, kerja sama dengan UN Women ini lantaran organisasi ini punya fokus kepada pemberdayaan perempuan. UN Women memiliki framework dengan melihat organisasi korporasi seharusnya memiliki beberapa hal terkait dengan pengembangan perempuan.
"Sehingga arah kita semakin bagus. Jadi, kalau kemarin kita intervensi di sisi talentanya, sekarang kita intervensi dari sisi perusahaannya. Sehingga, nanti kita akan semakin baik lagi, semakin inklusif, semakin memberikan kesempatan pada perempuan untuk bisa berkontribusi berkarya dengan lebih baik lagi," tambahnya.
Baca juga : Miliki Ribuan Anggota, Dasco Dorong KAI Berperan Aktif Dalam Pembangunan
Tentunya, kata Tedi, peran perempuan dan laki-laki berbeda. Ia bilang pihaknya harus lebih peka untuk bisa memberikan tempat kerja dan hubungan kerja yang lebih baik untuk keberadaan perempuan.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Srikandi BUMN Fikha Lutfi mengatakan, implementasi dari kerja sama ini punya tiga fokus utama. Pertama, melakukan asessment gender gap analysis tool berdasarkan Women Empowerment Principle.
"Supaya kita bisa melihat posisi BUMN-BUMN saat ini ada di mana. Selanjutnya, kita akan juga menentukan prioritas dari masing-masing BUMN. Mungkin akan berbeda karena sektor-sektor kita berbeda. Selanjutnya, itu akan menjadi rencana kerja tahun 2025 sampai 2026. Di sini nanti Srikandi BUMN dan Kementerian BUMN akan monitoring, evaluasi dan juga tindak lanjut dari inisiatif-inisiatif tadi," bebernya.
Baca juga : Menag Dukung Ipemi Berdayakan Ekonomi Perempuan
Fikha juga menjelaskan, tujuan utamanya dari kerja sama ini untuk memastikan banyak dari perempuan-perempuan yang duduk di posisi strategis. Sehingga perempuan bisa meningkatkan inklusivitas, inovasi dan juga meningkatkan produktivitas perusahaan.
Sebagai informasi, mencapai kesetaraan gender di Indonesia dapat menambah 135 miliar dolar AS terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tahunan, angka ini berada 9 persen di atas rata-rata pertumbuhan. Perusahaan dengan tiga atau lebih perempuan di posisi kepemimpinan senior secara konsisten menghasilkan performa yang lebih baik di seluruh organisasi. Menteri BUMN, Erick Thohir, menetapkan target 25 persen perempuan dalam peran kepemimpinan di BUMN
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya