Dark/Light Mode

Buntut Pencopotan Ketua DPW

Perindo Sulsel Lagi Panas

Minggu, 23 Februari 2025 07:20 WIB
Sanusi Ramadhan. (Foto: Istimewa)
Sanusi Ramadhan. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Perindo, Angela Tanoesoedibjo mencopot Sanusi Ramadhan dari jabatan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Perindo Sulawesi Selatan (Sulsel). Sanusi tidak terima. Dia menyuarakan agar kebijakan putri Hary Tanoesoedibjo itu dievaluasi.

Sanusi Ramadhan dicopot lantaran dinilai gagal memper­tahankan kursi Partai Perindo di DPRD Sulawesi Selatan. Dari total 23 kursi DPRD Kabupaten-Kota hasil Pemilu 2019, kini hanya tersisa 10 kursi pada Pemilu 2024.

Penurunan capaian kursi Perindo diakui Sanusi. Menurut Sanusi, jika DPW Perindo Sulsel dianggap gagal, maka DPP Partai Perindo di bawah komando Angela Tanoesoedibjo lebih layak disebut gagal.

Menurut Sanusi, keputusan DPP menggantinya sebagai bagian dari evaluasi nasional tidak berdasar sepenuhnya. Dia mengatakan, meski mengalami penurunan kursi legislatif pada Pemilu 2024, capaian DPW Perindo Sulsel masih lebih baik dibanding banyak provinsi lain di Indonesia.

“Kalau Pemilu 2024 kemarin, memang capaian kursi DPRD kami turun di Sulsel, tetapi itu bukan persoalan bahwa perole­han kursi turun atau apa, karena sebenarnya persoalan itu ada di DPP Perindo,” kata Sanusi, Jumat (21/2/2025).

Sanusi mengungkapkan, salah satu penyebab turunnya perole­han kursi hasil Pemilu 2024, yakni ketiadaan saksi di TPS akibat anggaran yang tidak turun dari DPP Perindo. Padahal, kata dia, DPW Perindo sudah menyiapkan saksi di semua level.

Baca juga : 5 Bidang Tanah Laku Terjual Rp 600 Juta

“Tapi, sampai detik terakhiranggarannya tidak turun. Bagaimana mau menang kalau tidak ada saksi?,” ungkapnya.

Dia menegaskan, Perindo Sulsel justru berkontribusi besar dalam Pilkada serentak 2024. Dari 19 pasangan calon yang diusung, 13 berhasil memenang­kan kontestasi.

Selain itu, Sanusi menyoroti cara DPP mencopot dirinya. Dia mengaku baru mengetahui pem­berhentiannya melalui pesan WhatsApp (WA), tanpa ada pem­beritahuan resmi sebelumnya.

Lebih jauh, Sanusi meminta DPP tidak menjadikan DPW Sulsel sebagai kambing hitam atas kegagalan partai secara nasional. Dia mengungkapkan, semestinya DPP Perindo di bawah kepemimpinan Angela Tanoesoedibjo justru yang harus dievaluasi karena gagal total.

“Lagian kan kalau melakukan cara yang lebih ekstrem, justru DPP Perindo yang gagal. DPP Perindo gagal karena satu pun tidak ada kursi (di DPR RI). Jadi, di mana letaknya kami gagal di DPW Perindo Sulsel,” tegasnya.

Sebelumnya, DPP Perindo mencopot Sanusi Ramadhan dari jabatannya sebagai Ketua DPW Perindo Sulsel. Keputusan terse­but diklaim diputuskan sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap kepengurusan DPW yang mengalami penurunan capaian di Pemilu 2024.

Baca juga : Hibank Target Satu Juta Nasabah Baru

Sebagai penggantinya, Ketum DPP Perindo Angela Tanoesoedibjo menunjuk Andi Barlianto Asapa sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPW Perindo Sulsel. Andi Barlianto Asapa diketahui saat ini menjabat sebagai Wakil Sekjen (Wasekjend) sekaligus Kepala Kantor DPP Perindo.

Politikus asal Makassar itu mengakui, penunjukannya dilaku­kan langsung oleh Ketum DPP Perindo, Angela Tanoesoedibjo. Hal itu dilakukan dalam upaya mengembalikan muruah Partai bentukan Hary Tanoesoedibjo di Sulsel.

“Iya benar, kemarin penyera­han SK Plt Ketua DPW Perindo Sulsel dilakukan di Kantor DPP Perindo, Jakarta,” ujar Andi, Rabu (19/2/2025).

Andi menjelaskan, langkah pencopotan Sanusi Ramadhan bukan tanpa alasan. DPP Perindo menilai hasil Pemilu 2024 men­jadi ukuran utama dalam mengevaluasi kepengurusan daerah.

Di Sulsel, Perindo gagal mem­pertahankan kursinya di DPRD, yang sebelumnya satu kursi ber­hasil diamankan dalam Pemilu 2019. “Setelah beberapa kali pertimbangan, akhirnya DPP Perindo mengeluarkan kebijakan ini. Mungkin setelah melihat ca­paian Pemilu 2024, termasuk di Sulsel,” ungkap Andi.

Tak hanya di Sulsel, keputusan ini juga berlaku secara nasional. DPP Perindo tengah melakukan restrukturisasi besar-besaran terhadap 20 DPW di seluruh Indonesia.

Baca juga : Rupiah Perkasa, Ekonomi Nasional Tahan Banting

Andi menilai, Perindo mengalami penurunan performa dalam Pemilu 2024. Lebih lanjut, Andi mengaku Perindo Sulsel belum ada rencana menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil).

“Sepertinya tidak akan ada Muswil karena ini penugasan khusus dari DPP. Saya ditugaskan sebagai Plt karena latar belakang saya sebagai orang asli Makassar dan posisi saya di DPP,” jelasnya.

Sebagai Plt, Andi menegaskan, akan segera bergerak untuk mem­perbaiki struktur organisasi. Dia juga akan memperkuat konsoli­dasi, dan menyusun strategi poli­tik menghadapi Pemilu 2029.

“Sebagai kader, saya harus menjalankan amanah ini. Ke depan, kita akan bekerja keras untuk memperkuat kembali Perindo di Sulsel,” tegasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.