Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
PTPN Group Komit Wujudkan Keberlanjutan Industri Sawit
Selasa, 25 Februari 2025 15:38 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Industri kelapa sawit memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia. Kontribusinya signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), penciptaan lapangan kerja, serta ekspor ke pasar global.
Perwakilan Direktorat Pangan dan Pertanian Kementerian PPN/Bappenas Puspita Suryaningtyas mengatakan, sebagai komoditas strategis dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045, industri sawit akan didorong hilirisasinya melalui empat aspek utama. Yakni, penguatan ekosistem industrialisasi, peningkatan kapasitas produksi untuk kebutuhan dalam negeri, penguatan daya saing industri menuju ekspansi global, serta pencapaian target ekspor.
"Hilirisasi sawit diharapkan akan mendukung pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan, mengingat posisi Indonesia sebagai produsen utama minyak sawit mentah (CPO)," kata Puspita dalam seminar nasional yang digelar Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN), dan Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) bertajuk 'Peran Strategis Kelapa Sawit Menuju Indonesia Emas 2045' di Jakarta, dikutip Selasa (25/2/2025).
Direktur Pemasaran Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Dwi Sutoro mengatakan, industri kelapa sawit memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Namun, tantangan seperti keberlanjutan lingkungan dan tata kelola industri yang lebih efisien tetap menjadi perhatian utama.
Baca juga : Perkuat SDM Kesehatan, Indonesia Gandeng Saudi
Dwi memastikan, PTPN berkomitmen untuk terus memperkuat peran industri sawit nasional melalui optimalisasi produktivitas, hilirisasi produk, serta peningkatan daya saing di pasar global.
"Upaya ini harus dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan aspek lingkungan dan sosial," ujar Dwi.
Dwi menjelaskan, seperti diatur dalam Permenko Nomor 21 Tahun 2022 dan Perpres Nomor 40 Tahun 2023, PTPN terus melakukan berbagai transformasi di seluruh lini perusahaan.
Sejalan dengan program prioritas nasional, PTPN terus mengakselerasi berbagai program strategis, termasuk hilirisasi sektor pangan dengan peningkatan produksi minyak goreng dari 0,3 juta ton menjadi 1,1 juta ton per tahun.
"Sebanyak 78 ribu hektare lahan sawit juga telah diremajakan melalui program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Selain itu, kami juga terus mengembangkan energi terbarukan melalui pemanfaatan biogas, Bio-CNG, biodiesel, dan bioetanol," tuturnya.
Baca juga : PLBN Sebatik Konsisten Bangun Beranda Indonesia
Lebih lanjut, Dwi mengatakan, bahwa sawit merupakan minyak nabati utama dunia yang harus terus dikembangkan. Untuk itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menyusun roadmap pengelolaan sawit guna meningkatkan kontribusinya secara global.
Sementara itu, Dewan Pembina PASPI Prof. Bungaran Saragih menambahkan, Pemerintah telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.
Untuk mencapai target tersebut, industri sawit harus terus mendorong hilirisasi sebagai salah satu strategi utama.
"Dengan hilirisasi pertanian yang dipimpin oleh industri sawit, target pertumbuhan ekonomi 8 persen bukan lagi sekedar mimpi. Sawit harus menjadi pelopor hilirisasi di sektor pertanian kita," ujarnya.
Direktur PT RPN Iman Yani Harahap menilai, tantangan ke depan yang harus dihadapi salah satunya adalah bagaimana Indonesia bisa memenuhi permintaan dalam negeri dengan tetap mempertahankan devisa dari hasil ekspor.
Baca juga : Alpha IVF Group Hadir di Indonesia untuk Wujudkan Generasi baru
"Tentu kita harus mengupayakan keduanya. Artinya, salah satu hal penting yang saat ini harus terus didorong adalah produktivitas sawit," ucapnya.
Untuk diketahui, PTPN Group berkomitmen berperan aktif dalam penguatan industri kelapa sawit sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya