Dark/Light Mode

Pertamina Hulu Energi ONWJ Jalin Kolaborasi Strategis Dengan 3 Perusahaan Korsel

Senin, 3 Maret 2025 15:29 WIB
Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) menjalin kerja sama dengan tiga perusahaan terkemuka dari Korea Selatan. (Foto: Dok. Pertamina Hulu Energi ONW)
Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) menjalin kerja sama dengan tiga perusahaan terkemuka dari Korea Selatan. (Foto: Dok. Pertamina Hulu Energi ONW)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) menjalin kolaborasi strategis dengan tiga perusahaan terkemuka dari Korea Selatan (Korsel). Yaitu Posco International, Korea National Oil Corporation (KNOC), dan Korea Maritime and Ocean University Consortium (KMOUC).

Kolaborasi tersebut untuk mengembangkan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (carbon capture and storage/CCS). Serta teknologi pemanfaatan kembali anjungan lepas pantai (decomissioning) untuk menjadi tempat fasilitas injeksi dan penyimpanan karbon, dan menjadi tempat fasilitas regasifikasi LNG sebagai bagian dalam rantai pasok gas bumi. 

“Langkah awal ini ditandai dengan ditandatanganinya Confidentiality Agreement, atau Perjanjian Kerahasiaan,” jelas General Manager PHE ONWJ Muzwir Wiratama di Jakarta, Senin (3/3/2025).

Ia menekankan, pentingnya kerja sama ini dalam mendukung transisi energi dan pembangunan berkelanjutan. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang dalam mengurangi jejak karbon, mengubah cara kita memandang produksi energi, serta pemanfaatan kembali infrastruktur untuk menunjang ketahanan energi nasional.

“Dengan kolaborasi ini, PHE ONWJ dan mitra-mitranya berkomitmen untuk menciptakan masa depan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan bagi Indonesia, Korea, dan dunia," kata pria yang akrab disapa Wira ini. 

Baca juga : Pertamina Hulu Energi Tebarkan Kebahagiaan Ramadan Bersama Anak Yatim

Pengembangan teknologi CCS bertujuan untuk menangkap emisi karbon dioksida (CO2), lalu menyimpannya di lokasi yang aman agar tidak terlepas ke atmosfer. 

Hal ini merupakan salah satu solusi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan membantu memitigasi perubahan iklim. Fokus lingkup kerja sama dengan Posco International adalah studi kelayakan CCS di Indonesia, khususnya di wilayah operasi migas lepas pantai PHE ONWJ. 

Studi ini akan mengevaluasi potensi penyimpanan CO2 di akuifer salin dan reservoir yang telah habis, dengan memanfaatkan data subsurface dan surface dari PHE ONWJ. 

“Studi ini diharapkan memberikan nilai tambah bagi Indonesia dan Korea Selatan dalam upaya transisi energi,” tuturnya. 

Posco International merupakan perusahaan perdagangan dan investasi global yang berbasis di Korea Selatan. 

Baca juga : Pertamina Hulu Energi Pacu Produksi Migas, Inovasi Jadi Kunci Wujudkan Asta Cita

Sebagai bagian dari grup POSCO, perusahaan ini berfokus pada berbagai sektor, termasuk energi, bahan baku, dan infrastruktur. 

Sementara itu, untuk kolaborasi bersama Korea National Oil Corporation (KNOC), PHE ONWJ akan mengeksplorasi pemanfaatan anjungan lepas pantai untuk penyimpanan CO2 bawah permukaan. 

Wira menjelaskan, proyek ini akan melibatkan evaluasi kapasitas penyimpanan, desain fasilitas ulang, serta analisis ekonomi dan optimasi. 

“Tujuannya adalah, meningkatkan nilai sebelum anjungan dibongkar dengan memanfaatkan infrastruktur yang ada untuk penyimpanan CO2,” katanya. 

KNOC adalah perusahaan minyak nasional Korea Selatan yang bertanggung jawab atas pengelolaan cadangan minyak negara dan pengembangan sumber daya energi di negara ginseng. 

Baca juga : Dirut Pertamina Jamin Pertamax Sesuai Standar Dan Spesifikasi

KNOC berperan penting dalam memastikan ketahanan energi nasional melalui eksplorasi dan produksi minyak dan gas, baik di dalam negeri maupun internasional. 

Di sisi lain, bekerja sama dengan Korea Maritime and Ocean University Consortium (KMOUC), PHE ONWJ akan mengeksplorasi metode alternatif untuk penonaktifan (decommissioning) anjungan lepas pantai, termasuk konversi menjadi fasilitas gas alam cair (LNG) dan penyimpanan CO2. 

Studi ini bertujuan untuk memperpanjang siklus hidup infrastruktur yang ada, serta memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan.

KMOUC merupakan lembaga pendidikan dan penelitian terkemuka di Korea Selatan yang fokus pada ilmu kelautan dan maritim. KMOUC berperan dalam pengembangan teknologi dan penelitian terkait kelautan, termasuk eksplorasi dan pemanfaatan sumber daya laut. 

“Perjanjian kolaborasi selama dua tahun ini menjadi permulaan dari serangkaian inisiatif transisi energi yang diharapkan dapat mewujudkan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya dari sektor energi,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.