Dark/Light Mode

Anis Matta: Bantuan ke Palestina Membangun Budaya Kedermawanan

Kamis, 13 Maret 2025 14:18 WIB
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI sekaligus Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta. (Foto: Humas Partai Gelora)
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI sekaligus Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta. (Foto: Humas Partai Gelora)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI sekaligus Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta menegaskan, bantuan dan dukungan bagi Palestina tidak hanya soal solidaritas, tetapi juga bagian dari upaya membangun budaya kedermawanan di masyarakat Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Anis Matta saat menjadi pembicara kunci dalam acara Grand Iftar Indonesia untuk Palestina yang diselenggarakan oleh Friends of Palestine (FOP) di Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (12/3).

Menurutnya, perjuangan untuk Palestina telah memasuki gelombang ketiga.

Baca juga : Elnusa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Jabodetabek

Setelah sebelumnya dipandang sebagai konflik Arab-Israel, lalu berubah menjadi isu Islam melawan Israel pada era 1990-an, kini—sejak genosida di Gaza pada Oktober 2024—narasi Palestina berkembang menjadi konflik kemanusiaan global.

"Setelah genosida ini, isu Palestina bukan lagi sekadar masalah agama, tetapi menjadi perjuangan antara kemanusiaan melawan ketidakmanusiaan. Ini mengubah lanskap dukungan bagi Palestina," ujar Anis Matta.

Ia menambahkan bahwa situasi ini juga mendorong Kementerian Luar Negeri RI untuk meluncurkan jalur diplomasi baru, yaitu diplomasi kemanusiaan, di mana Palestina menjadi bagian penting.

Baca juga : Wamen Fahri Gagas Bank Tanah Untuk Pembangunan Perumahan

Selain aksi penggalangan dana dan demonstrasi, Anis menekankan pentingnya membangun budaya kedermawanan di masyarakat Indonesia.

"Bangsa yang ingin berperan dalam kepemimpinan global harus memiliki budaya memberi. Dengan budaya kedermawanan, kita bisa menjawab pertanyaan skeptis seperti, ‘Kenapa bantu Palestina yang jauh?’ Jawabannya: ‘Kalau yang jauh saja diperhatikan, apalagi yang di dalam negeri,’” ujarnya.

Dalam acara tersebut, Anis Matta juga mengungkapkan rencana pembangunan Kampung Indonesia di Gaza setelah tahap rekonstruksi Gaza pascagencatan senjata.

Baca juga : Krakatau Steel Salurkan Bantuan, Dukung Pembangunan Universitas Widya Mataram

"Ini akan menjadi simbol kehadiran Indonesia di dunia Islam," katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa Gaza merupakan tempat kelahiran Imam Syafi’i, mazhab yang dianut mayoritas umat Islam di Indonesia.

"Jadi, kita terhubung dengan Gaza bukan hanya secara politik dan kemanusiaan, tetapi juga secara historis," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.