Dark/Light Mode

Dukung Peta Jalan Pengurangan Sampah Plastik Indonesia

AQUA Perkuat Ekosistem Pengelolaan Sampah di Jawa dan Bali

Kamis, 13 Maret 2025 23:05 WIB
Foto: AQUA.
Foto: AQUA.

 Sebelumnya 
Sustainable Packaging Circularity Senior Manager AQUA, Jeffri Ricardo mengatakan salah satu fokus utama AQUA dalam mengelola kemasan paska konsumsi adalah mengembangkan ekosistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dan inklusif serta mengembangkan infrastruktur pengumpulan sampah di berbagai daerah di Indonesia untuk meningkatkan tingkat pengumpulan dan daur ulang sampah plastik.

Untuk itu, hingga saat ini, AQUA telah mengembangkan 10 bank sampah induk, 10 unit bisnis daur ulang, dan 19 collection center di seluruh Indonesia, melibatkan lebih dari 10.000 pemulung dan 433 karyawan.

Selain itu, AQUA juga aktif melakukan pendampingan kepada 31 TPS3R serta lebih dari 60 unit bank sampah. Jeffri mengungkapkan AQUA berkomitmen mengumpulkan kembali lebih banyak plastik dari yang digunakan.

Untuk itu, AQUA terus bekerja sama dengan pemangku kepentingan untuk membangun infrastruktur dan meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah melalui unit bisnis daur ulang, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R), dan bank sampah.

Baca juga : Dorong Pengurangan Sampah Plastik, Haleon Gunakan Botol Berbahan Ramah Lingkungan

“Ini bertujuan memaksimalkan manfaat ekonomi sirkular bagi lingkungan, masyarakat dan juga kelangsungan usaha AQUA," beber Jeffri.

Untuk memperluas cakupan pengumpulan ke luar Jawa, AQUA dan Prevented Ocean Plastic™ Southeast Asia (POPSEA) mengembangkan fasilitas daur ulang di Samarinda untuk meningkatkan tingkat pengumpulan sampah plastik di Kalimantan dan area di luar Pulau Jawa dengan kapasitas pengumpulan hingga 9.600 metrik ton plastik jenis PET.

AQUA juga mengembangkan dan mendampingi 10 collection center di destinasi wisata prioritas, seperti Bali, Likupang, Danau Toba, Mandalika, Candi Borobudur, dan Labuan Bajo.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, hingga saat ini AQUA telah berhasil mengumpulkan lebih dari 26.000 ton sampah plastik per tahunnya dengan berbagai pihak yang kemudian didaur ulang kembali menjadi bahan baku kemasan botol baru ataupun produk lain yang memiliki nilai ekonomi.

Baca juga : Umumkan Perubahan Jam Operasional, Pastikan BNI Kelancaran Transaksi Perbankan Di Ramadan

Sejak 2018 juga, AQUA terlibat aktif dalam edukasi, menjangkau lebih dari 43.000 siswa dari 175 sekolah di seluruh Indonesia.

Kolaborasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkormarves), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Universitas Indonesia, dan Yayasan Lentera Anak telah berhasil memasukkan edukasi tentang pengelolaan sampah ke dalam kurikulum Sekolah Dasar (SD).

AQUA juga meluncurkan Seri Dongeng SAMTAKU (Sampahku, Tanggung Jawabku) yaitu program edukasi digital yang dikembangkan oleh AQUA bersama dengan Sekolah.mu.

Program ini dirancang untuk mengajarkan anak-anak, khususnya siswa PAUD dan SD, tentang pentingnya tanggung jawab dalam pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan.

Baca juga : Di Malaysia, Indonesia & Vietnam Perkuat Kemitraan Strategis Pertahanan

Melalui modul interaktif, anak-anak dapat belajar mengenai pengelolaan sampah secara bijak, yang diharapkan dapat menjadi kebiasaan hingga dewasa nanti.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.