Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
PLN Nusantara Power Optimalkan 1,2 Juta Ton FABA untuk Keberlanjutan
Jumat, 14 Maret 2025 11:07 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PLN Nusantara Power terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat dengan mengoptimalkan pemanfaatan limbah pembakaran batu bara atau Fly Ash Bottom Ash (FABA).
Pada tahun 2024, perusahaan berhasil mengelola 1,2 juta ton FABA, yang terdiri dari 1 juta ton produksi tahun berjalan dan 0,2 juta ton sisa dari tahun sebelumnya.
Limbah tersebut diolah menjadi berbagai produk bernilai guna, seperti rumah layak huni bagi masyarakat prasejahtera, kantor BUMDes, hingga fasilitas publik.
Langkah ini sejalan dengan penerapan prinsip ekonomi sirkular dan upaya perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
FABA sebagai Solusi Ramah Lingkungan
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menegaskan, hampir 100 persen FABA dari 20 PLTU yang tersebar di Jawa, Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatera telah dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan konstruksi.
Baca juga : Gandeng Polri, PalmCo Optimalkan Lahan Replanting Sawit Untuk Tanam Jagung
"Pemanfaatan FABA telah dilakukan dalam berbagai proyek, mulai dari beton perkerasan, roadbase, bata ringan, hingga pemecah ombak. Kami juga bekerja sama dengan UMKM untuk mengolah FABA menjadi paving block, precast, dan material bangunan lainnya," ujar Ruly dalam keterangan tertulis, Jumat (14/3).
Di Unit Pembangkit (UP) Tanjung Awar-Awar, FABA dimanfaatkan untuk membangun Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu) bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Tuban.
Proyek ini menggunakan 14 ton FABA untuk stabilisasi lahan dan campuran konstruksi, serta 1.500 batako berbahan dasar FABA.
Dari sisi teknis, penggunaan FABA dalam konstruksi bangunan memiliki berbagai keunggulan, seperti: Mengurangi penggunaan semen hingga 40 persen dalam campuran beton.
Menggantikan pasir hingga 50 persen dalam material konstruksi.
Baca juga : Pertagas Raih Tiga Penghargaan ISA 2025, Bukti Komitmen terhadap Keberlanjutan
Menggantikan pasir sepenuhnya (100 persen) dalam produksi bata ringan.
Selain sektor perumahan, FABA juga dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas publik.
Di PLTU Tenayan, limbah ini digunakan untuk membangun Pojok Baca Digital, fasilitas air bersih, dan gedung kesehatan.
"Kami berusaha mengoptimalkan pemanfaatan material yang sudah tersedia demi meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar wilayah operasional kami," tambah Ruly.
Ekspansi Pemanfaatan FABA
PLN Nusantara Power juga berencana memperluas pemanfaatan FABA ke sektor lain, termasuk: Pembangunan infrastruktur hijau, seperti paving, subgrade, kansteen, dan pemecah ombak untuk mencegah abrasi pantai.
Baca juga : Elnusa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Jabodetabek
Pemanfaatan sebagai pupuk atau pembenah tanah untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung praktik pertanian berkelanjutan.
"Ke depan, kami akan terus berinovasi dalam pemanfaatan FABA, baik untuk sektor konstruksi, pertanian, maupun infrastruktur berkelanjutan. Upaya ini merupakan bagian dari strategi besar PLN Nusantara Power dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan," pungkas Ruly.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya