Dark/Light Mode

PLN Nusantara Power Uji Coba Pembangkit Hidrogen Pertama di Indonesia

Jumat, 28 Februari 2025 11:12 WIB
Ujii coba operasi perdana utilisasi Hydrogen Fuel Cell Generator (HCFG) untuk dedielisasi PLTD Gili Ketapang dilakukan pada Senin (24/2), ditandai dengan penekanan tombol oleh  Agus Susanto selaku Manager PLN UP3 Pasuruan, Saniwar selaku  Staf Ahli Bupati Probolinggo, Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Monir selaku Kepala Desa Gili Ketapang dan  Dwi Wahyu Pujiarto selaku Manager Pengembangan Product PLN Nusantara Power (dari kiri ke kanan).
Ujii coba operasi perdana utilisasi Hydrogen Fuel Cell Generator (HCFG) untuk dedielisasi PLTD Gili Ketapang dilakukan pada Senin (24/2), ditandai dengan penekanan tombol oleh Agus Susanto selaku Manager PLN UP3 Pasuruan, Saniwar selaku Staf Ahli Bupati Probolinggo, Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Monir selaku Kepala Desa Gili Ketapang dan Dwi Wahyu Pujiarto selaku Manager Pengembangan Product PLN Nusantara Power (dari kiri ke kanan).

RM.id  Rakyat Merdeka - Menjelang bulan Ramadhan, PLN Nusantara Power (PLN NP) kembali menegaskan komitmennya dalam transisi energi dengan melakukan uji coba pembangkit berbasis hidrogen di Gili Ketapang, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Langkah ini tidak hanya menambah pasokan energi terbarukan, tetapi juga menjadi solusi inovatif bagi kelistrikan di pulau-pulau terisolasi serta membuka peluang ekonomi hijau berbasis hidrogen.

Uji coba dilakukan dengan memanfaatkan Hydrogen Fuel Cell Generator (HFCG) berkapasitas 100 kVA dari Muara Karang, yang ditempatkan di PLTD Gili Ketapang.

Operasi perdana HFCG yang dilakukan pada Senin (24/2) menjadi tonggak penting bagi Indonesia dalam mencapai net-zero emission.

Baca juga : PSSI Launching Reksa Dana Sepakbola Pertama Di Indonesia

Proyek ini merupakan hasil sinergi antara PLN Div BKI, PLN NP, PLN UID Jatim, PLN SC, dan BRIN di bawah pengawasan KESDM EBTKE, sebagai wujud komitmen bersama terhadap energi bersih dan berkelanjutan.

"Melalui uji coba operasional HFCG ini, PLN Nusantara Power menghadirkan solusi nyata bagi kelistrikan di pulau-pulau terpencil. Ini bukan sekadar inovasi teknologi, tetapi juga simbol komitmen kami dalam mendukung transisi energi dan masa depan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia," ujar Direktur Utama PLN NP Ruly Firmansyah dalam keterangan tertulisnya, Jumat (28/2).

Sebelumnya, Gili Ketapang mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berkapasitas 2 x 470 kW untuk melayani 1.800 pelanggan dengan beban puncak siang hari 317 kW dan malam hari 425 kW.

Namun, operasional PLTD menghadapi tantangan seperti emisi karbon, kebisingan, serta ketidakstabilan pasokan bahan bakar fosil.

Baca juga : PLN Nusantara Power Borong Penghargaan PROPER 2024 dari KLHK

Kini, dengan beroperasinya HFCG 80 kW, sekitar 20 persen kebutuhan listrik di Gili Ketapang dapat ditopang oleh energi bersih dan berkelanjutan.

Teknologi ini menggunakan hidrogen sebagai bahan bakar, menghasilkan listrik tanpa emisi CO₂, partikel halus, atau kebisingan, sehingga lebih ramah lingkungan.

Keberhasilan operasi pertama HFCG di Gili Ketapang diharapkan menjadi model bagi pulau-pulau terpencil lainnya di Indonesia, sehingga mempercepat pencapaian target bauran energi bersih nasional.

Program ini juga mendukung pencapaian bauran energi bersih di Jawa Timur yang saat ini mencapai 59,2 MW, serta menjadi bagian dari program dedieselisasi PLTD di Indonesia.

Baca juga : Diresmikan Presiden Prabowo, BSI Jadi Bank Emas Pertama Di Indonesia

Hadirnya HFCG juga diharapkan memperkuat pasokan listrik di Gili Ketapang dalam menyambut bulan Ramadhan dan Hari Raya Lebaran.

PLN Nusantara Power terus berinovasi demi masa depan energi yang lebih bersih, andal, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.