Dark/Light Mode

IDEA Gelar FGD Telaah Masa Depan Industri E-Commerce Indonesia

Sabtu, 15 Maret 2025 16:34 WIB
FGD Menelaah Masa Depan Industri E-Commerce Indonesia, yang diselenggarakan IDEA, di Jakarta, Rabu (13/3/2025). (Foto: Dok. IDEA)
FGD Menelaah Masa Depan Industri E-Commerce Indonesia, yang diselenggarakan IDEA, di Jakarta, Rabu (13/3/2025). (Foto: Dok. IDEA)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di era persaingan digital yang semakin ketat, efisiensi dan inovasi bukan sekadar keunggulan kompetitif, melainkan keharusan bagi pelaku industri e-commerce untuk bertahan dan berkembang. Hanya mereka yang mampu beradaptasi dengan perubahan dan beroperasi dengan efisien yang dapat bertahan.

Hal ini menjadi perbincangan utama dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema "Menelaah Masa Depan Industri E-Commerce Indonesia", yang diselenggarakan Asosiasi E-Commerce Indonesia (IDEA), di Jakarta, Rabu (13/3/2025). FGD ini menghadirkan pelaku industri, akademisi, serta perwakilan dari Kementerian Perdagangan dan Kementerian Komunikasi dan Digital. FGD yang membahas strategi daya saing, tantangan logistik, serta regulasi yang diperlukan untuk mendukung inovasi.

Menurut ekonom senior Universitas Indonesia, Fithra Faisal Hastiadi, e-commerce bukan hanya sebuah pasar digital, tetapi juga ekosistem yang melibatkan berbagai sektor seperti logistik, sistem pembayaran, pemasaran digital, dan pelaku usaha dalam berbagai skala.

"Kita tidak bisa berbicara tentang e-commerce tanpa membahas bagaimana sistem pembayaran dan logistik berperan di dalamnya. Ketiga aspek ini saling terhubung, dan kemajuan industri ini bergantung pada bagaimana ekosistem ini berkembang secara bersama-sama," jelas Fithra, dalam keterangan yang diterima redaksi, Sabtu (15/3/2025).

Kontribusi dan Tantangan

Baca juga : BRI Peduli Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis D 52 Titik di Seluruh Indonesia

Di tengah disrupsi yang terjadi, e-commerce telah menjadi tulang punggung ekonomi digital Indonesia. Direktur Perdagangan Melalui Sistem Elektronik dan Perdagangan Jasa, Kementerian Perdagangan, Rifan Ardianto, mengungkapkan bahwa nilai transaksi e-commerce pada 2024 mencapai Rp 512 triliun. Angka ini meningkat 12,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah pengguna e-commerce juga terus meningkat dan diperkirakan sudah mencapai 65,65 juta, naik 12 persen dari tahun sebelumnya.

Namun, di balik pertumbuhan ini, industri masih menghadapi berbagai tantangan besar. Seperti minimnya pemahaman UMKM terhadap pemasaran digital dan akses informasi, serta belum meratanya infrastruktur logistik dan pembayaran digital, terutama di luar Pulau Jawa.

"Tantangan ini perlu diselesaikan secara kolaboratif. Industri dan regulator harus bergerak bersama untuk menciptakan ekosistem yang sehat dan berkelanjutan," kata Rifan.

Harus Bertransformasi

Efisiensi logistik menjadi faktor kunci dalam memastikan e-commerce mampu bersaing secara harga dan layanan. Namun faktanya, bagi banyak pelaku usaha di luar Pulau Jawa, logistik masih menjadi hambatan terbesar.

Baca juga : Gelar Plant Tour, MCCI Edukasikan Masyarakat Pemahaman Industri Kimia

Menurut Direktur Pos dan Penyiaran, Kementerian Komunikasi dan Digital, Gunawan Hutagalung, sinergi antara industri Courier, Express, and Parcel (CEP) dan e-commerce sangat diperlukan untuk mendukung pertumbuhan sektor ini.

"Pangsa pasar industri CEP diproyeksikan terus tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 7,24 persen. Namun, kita masih tertinggal dari negara lain yang sudah mengadopsi sistem logistik 4PL dan 5PL. Indonesia harus segera berbenah agar tidak tertinggal," tegasnya.

Peran Regulasi

Regulasi yang adaptif dan progresif memainkan peran krusial dalam mendorong pertumbuhan industri e-commerce Indonesia. Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Services Dialogue (ISD) Council, Devi Ariyani, regulasi yang tidak fleksibel dapat menghambat fleksibilitas pelaku usaha dalam beradaptasi dengan perubahan pasar.

"Negara perlu memilah di mana ia benar-benar harus hadir, seperti dalam perlindungan konsumen dan pencegahan praktik bisnis yang tidak sehat. Namun, aspek lain seperti inovasi model bisnis dan efisiensi operasional sebaiknya dibiarkan berkembang secara alami melalui mekanisme pasar," ujar Devi.

Masa Depan E-Commerce

Baca juga : Kolaborasi BNI Dan Geely Auto Dukung Ekspansi Mobil Listrik Di Indonesia

Ketua Umum IDEA Hilmi Adrianto menjelaskan, dalam lanskap digital yang sangat dinamis dan terus berkembang, industri e-commerce tidak hanya menghadapi peluang besar tetapi juga tantangan yang semakin kompleks. Adaptasi, efisiensi, dan inovasi adalah kunci bagi industri e-commerce untuk bertahan dan meningkatkan daya saing secara berkelanjutan, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.

Untuk memastikan industri e-commerce tetap menjadi pilar pertumbuhan ekonomi digital, regulator harus mengedepankan kebijakan yang tidak hanya memberikan kepastian hukum, tetapi juga mendukung inovasi, investasi, dan efisiensi operasional. Regulasi yang terlalu kaku dan mengatur operasi secara mikro berpotensi membatasi fleksibilitas industri dalam merespons perkembangan pasar yang dinamis. Sebaliknya, kebijakan berbasis prinsip adaptabilitas dan efisiensi akan menciptakan ekosistem bisnis yang sehat dan kompetitif, sangat diperlukan agar industri dapat terus berkembang secara berkelanjutan.

Regulator memiliki peran strategis dalam menyeimbangkan pertumbuhan industri dengan perlindungan konsumen serta persaingan usaha yang sehat. Dengan memberikan ruang bagi industri untuk tumbuh secara organik, sambil tetap memastikan adanya transparansi dan persaingan usaha yang sehat, Indonesia dapat memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam ekonomi digital global. Regulasi yang mendukung inovasi tidak hanya akan mempercepat pertumbuhan industri e-commerce, tetapi juga membuka lebih banyak peluang bagi UMKM dan pelaku usaha lokal untuk berkembang di era digital.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.