Dark/Light Mode

Antisipasi Resiprokal AS, Indonesia Perlu Perkuat Aliansi Global South

Kamis, 20 Maret 2025 11:39 WIB
Ketua Apindo bidang Ketenagakerjaan Bob Azam. (Foto: Ist)
Ketua Apindo bidang Ketenagakerjaan Bob Azam. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kebijakan resiprokal yang tengah dirancang oleh Amerika Serikat berpotensi memberikan dampak besar terhadap industri Indonesia.

Ketua Apindo Bidang Ketenagakerjaan, Bob Azam menilai, meskipun Indonesia belum masuk dalam daftar negara yang terdampak, tetap ada potensi risiko di masa depan.

“Ya pasti yang kena kan negara-negara tetangganya dulu. Sampai saat ini, Indonesia masih positif dan belum ada dalam list-nya. Ya kita berdoa aja jangan sampai ada dalam list-nya,” ujar Bob Azam di Jakarta, Rabu (19/3/2025).

Baca juga : Australia Vs Indonesia, Timnas Garuda Bawa Misi Raih Kemenangan

Menurutnya, setiap tantangan dalam perdagangan global selalu membuka peluang baru yang bisa dimanfaatkan. Salah satu strategi yang perlu dikembangkan adalah memperkuat aliansi dengan negara-negara di kawasan Global South, yang memiliki kebutuhan pasar berbeda dibanding negara-negara maju.

Bob Azam menjelaskan bahwa perbedaan standar energi antara negara-negara maju (Global North) dan negara berkembang (Global South) bisa menjadi peluang bagi Indonesia.

“Kalau negara utara itu bahan bakarnya sudah Euro 5, Euro 6. Kalau kita? Nggak tahu deh Euro berapa,” ujarnya sambil bercanda.

Baca juga : Para Tokoh Pemuda Inisiasi Gerakan Indonesia Optimistis di Seluruh Nusantara

Ia mencontohkan Brazil sebagai salah satu negara yang berhasil mengembangkan industri energi alternatifnya. Brazil  sempat mengalami krisis energi akibat oil shock pada 1973, tetapi kemudian belajar dari Indonesia untuk mengembangkan industri bioenergi. Kini, Brazil telah menjadi negara mandiri dalam sektor energi, terutama dalam penggunaan etanol.

“Brazil dulu belajar dari Indonesia, sekarang mereka lebih mandiri di energi. India juga mulai menggunakan etanol dalam jumlah besar,” jelasnya.

Indonesia sendiri memiliki potensi besar dalam industri bioenergi, khususnya melalui pengembangan biosolar. Bob Azam menilai bahwa jika Indonesia bisa menjalin kerja sama dengan negara-negara seperti Brasil dan India dalam hal pertukaran energi, maka peluang ekonomi yang terbuka akan semakin besar.

Baca juga : Indonesia Vs Australia, Pelatih Persib: Bawa Pulang 1 Poin Sudah Bagus

“Nah, kalau kita bisa exchange sama mereka kan bagus tuh. Kita bisa dapat etanol dari mereka, dan mereka bisa dapat biosolar dari kita. Kerja sama seperti ini yang menurut saya harus dikembangkan ke depan,” tambahnya.

Dengan ketidakpastian kebijakan perdagangan global, Bob Azam menekankan bahwa Indonesia harus aktif mencari peluang baru agar tetap kompetitif di pasar internasional.

“Kita harus terus membangun strategi dan kolaborasi dengan negara-negara berkembang lain. Dengan begitu, industri kita bisa tetap tumbuh meski di tengah tantangan global,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.